Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 April 2019 | 20.27 WIB

Cegah Kutil Kelamin Akibat Penyakit Infeksi Menular Seksual

Ilustrasi cegah penyakit kutil kelamin. - Image

Ilustrasi cegah penyakit kutil kelamin.

JawaPos.com - Penyakit kutil kelamin memang belum lumrah dibicaarakan masyarakat. Namun, perlu diketahui, kutil kelamin menempati posisi sebagai salah stau penyakit yang cukup tinggi menjangkiti manusia.


Menurut data WHO 2012 menunjukkan, 1 kasus baru kutil kelamin didiagnosa setiap detiknya. Sedangkan sekitar 80.192 kasus didiagnosa di dunia setiap harinya.


Kutil kelamin atau genital warts merupakan penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe 6, 11, 30, 42, 43, 44, 45, 51, dan 54. Penyakit dan virus ini juga merupakan co-faktor kanker yang akan berdampak serius terhadap kesehatan seseorang. Untuk jenis HPV tipe 6 dan 11 adalah jenis yang sering menyebabkan kutil kelamin.


Menurut data di Amerika tahun 2017, sebanyak 79 juta penduduk terinfeksi, kebanyakan berusia akhir belasan dan awal 20 tahun. Sebagian kecil infeksi dengan tipe HPV tertentu dapat bertahan dan berkembang menjadi kutil kelamin hingga kanker serviks.


"Sebagai penyakit menular, sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala atau tanda khusus. Siapapun yang aktif secara seksual berisiko tertular HPV, bahkan jika hanya berhubungan seks dengan satu orang," kata dr. Dian Pratiwi, SpKK, FINSDV, FAADV, dokter spesialis kulit dan kelamin di Klinik Pramudia, ketika ditemui di konferensi pers 'Kutil Kelamin : Bagaimana menanganinya dan kemana harus konsultasi', Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (28/3).



Gejala klinis penyakit kutil kelamin yang terlihat hanya berupa tonjolan pada kulit seperti kutil, yang berbentuk rata atau sering menyerupai kembang kol. Faktor risiko seseorang dapat terkena kutil kelamin yaitu jika seseorang dengan HIV seropositive, memiliki riwayat infeksi menular seksual, memiliki gaya hidup aktif secara seksual, merokok, dan mengkonsumsi alkohol.


"Kutil kelamin memang tidak berbahaya dan tidak mengganggu kesehatan secara umum, namun dapat mempengaruhi aspek psikologis pasien yang berarti, seperti malu, cemas, marah, hingga stres dan dapat menimbulkan kanker serviks pada penderita perempuan serta kanker daerah anogenital dan orofaring," kata dr. Anthony Handoko, SpKK, FINSDV, dokter spesialis kulit dan kelamin di Klinik Pramudia, ketika ditemui di acara yang sama.


Pengobatan kutil kelamin, terdapat beberapa cara mulai dari cara operatif hingga non operatif. Keberhasilan pengobatan kutil kelamin sangat tergantung pada deteksi dini, diagnosis, dan pemilihan pengobatan yang tepat dan benar oleh dokter spesialis kulit dan kelamin.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore