
Aroma buang air kecil tak sedap bisa menandakan ada yang tak beres dengan kesehaatan Anda.
JawaPos.com - Air seni atau pipis bisa menjadi sinyak alarm kondisi kesehatan seseorang. Selain itu, warna air seni juga bisa menjadi tanda seberapa dehidrasi seseorang. Bahkan aroma atau baunya pun bisa menjadi alarm.
Dilansir dari Men's Health, Jumat (18/1), ada sejumlah alasan yang menjadi tanda ada yang salah di dalam tubuh ditandai dengan aroma pipis. Maka segeralah cek ke dokter jika hal itu belum bisa teratasi.
Dehidrasi
Pernahkah air seni berbau amonia. Sama seperti tidak mengonsumsi H20 atau air yang cukup dapat membuat kencing menjadi lebih kuning. Selain itu juga bisa membuatnya lebih bau. Ketika tubuh memecah protein yang dimakan, senyawa tak berwarna yang disebut urea akan terbentuk yang diekskresikan melalui urin. Air mencairkan urea, jadi jika tubuh tidak cukup menghidrasi. Dan kencing akan beraroma seperti amonia. Maka dari itu minumlah lebih banyak.
Pola Makan
Air seni yang dihasilkan orang-orang yang mengonsumsi makanan berbau setelah makan biasanya air seninya juga bisa berbau. Misalnya jengkol, petai, dan asparagus. Senyawa belerang tertentu ditemukan di asparagus. Lalu bawang juga mengandung belerang. Serta protein yang tinggi seperti ikan juga bisa membuat air seni berbau.
Kebanyakan Minum Kopi
Biji kopi mengandung senyawa yang disebut caffeol, yang dilepaskan saat dipanggang. Proses itu memberikan aroma kopi yang sedap. Tapi kandungan tersebut tidak semua larut dalam air. Artinya tetap utuh saat mengalir melalui sistem dan keluar saat pipis. Jika minum kopi dalam jumlah normal, maka caffeol akan lebih terkonsentrasi.
Infeksi Saluran Kemih
Ketika infeksi terjadi, bakteri dapat mengubah warna dan bau urin. Biasanya, seseorang akan merasa bahwa urinnya berbau seperti amonia. Infeksi Saluran Kemih juga membuat urin sering keruh atau berdarah. Karena infeksi biasanya disebabkan oleh bakteri. Maka antibiotik dari dokter dapat mengatasinya.
Konsumsi Suplemen atau Obat
Beberapa vitamin, obat-obatan, dan suplemen memiliki bahan yang dapat mengubah bau kencing. Siapa pun yang mengonsumsi multivitamin terutama yang mengandung vitamin B, maka aromanya bisa berbau dan warnanya kuning neon. Obat-obatan seperti antibiotik juga dapat menyebabkan bau pada urin. Sebab obat-obatan yang mengandung penisilin berasal dari jamur.
Sedang Diet
Mencoba diet keto atau diet rendah karbohidrat membuat tubuh kekurangan gula dan karbohidrat. Tubuh mulai memecah lemak dan asam lemak untuk bahan bakar. Hasilnya, terjadi penumpukan keton atau sejenis asam yang diproduksi oleh hati. Ketika keton berhasil menembus sistem, Anda mungkin melihat urin berbau.
Diabetes

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
