
Ilustrasi sakit batu empedu
JawaPos.com - Sakit maag sering ditandai dengan sensasi mual-muntah, tidak nafsu makan, nyeri ulu hati, perut perih, dan asam lambung naik. Tetapi jangan anggap enteng rentetan gejala ini. Berbagai gejala yang dikira hanya karena maag biasa, bisa jadi pertanda penyakit batu empedu.
Bagaimana membedakan gejala maag dengan gejala batu empedu?
Dalam keterangan tertulis hellosehat.com, Senin (22/1), ada beberapa perbedaan khas gejala batu empedu dan nyeri maag. Maka jangan keliru dan dianggap remeh. Sehingga, dengan mengetahui bedanya, penanganan pertama pun akan lebih tepat.
1. Beda Gejala Nyeri Ulu Hatinya
Nyeri ulu hati merupakan keluhan yang umum ditemui, baik sebagai gejala maag maupun penyakit batu empedu. Pasalnya, kedua hal ini sama-sama terjadi di saluran pencernaan dan letaknya saling bersebelahan di daerah perut bagian atas.
Sakit maag disebabkan oleh produksi asam lambung yang berlebihan, sehingga melukai dinding lambung. Gejala maag yang paling umum ditemui adalah nyeri ulu hati, disertai mual, dan muntah yang terasa asam atau pahit.
Penyakit batu empedu juga menyebabkan nyeri ulu hati, namun lokasinya lebih terfokus pada daerah perut kanan atas yang menjalar sampai ke pinggang, punggung, bahkan kadang sampai ke bahu. Nyeri gejala batu empedu juga biasanya berlangsung lama dan dapat berlangsung sampai berjam-jam. Lalu tidak membaik setelah minum antasida atau obat-obatan maag lainnya.
2. Beda Pemicu Gejalanya
Sakit maag dan gejala batu empedu sama-sama bisa terjadi setelah makan. Namun, gejala batu empedu biasanya memberat setelah makan makanan berlemak seperti gorengan, santan, dan sebagainya. Sedangkan pada sakit maag, makanan apa pun baik berlemak maupun tidak, tetap akan merangsang produksi asam lambung dan menimbulkan nyeri.
Konsumsi antibiotik, obat nyeri NSAID, dan kortikosteroid juga dapat memicu sakit maag. Namun obat-obatan ini tidak memengaruhi timbulnya gejala batu empedu.
3. Beda Gejala Penyertanya
Penyakit batu empedu biasanya juga menyebabkan kelainan pada warna feses dan urin. Jika Anda memiliki batu empedu, warna feses biasanya lebih pucat sementara warna urin menjadi kuning tua atau cikelat pekat seperti teh. Sakit maag tidak menyebabkan gejala perubahan warna pada keduanya.
Selain itu, gejala batu empedu bisa menyebabkan perubahan warna kulit dan bagian putih mata menjadi berwarna kuning akibat kerusakan fungsi ginjal. Gejala seperti ini tidak akan ditemukan pada sakit maag.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
