
Panah Bom dan sejumlah amunisi juga senjata api milik terduga teroris JAD disita oleh Densus 88 di Cianjur, Jawa Barat.
JawaPos.com - Aksi terorisme kembali terjadi. Seteleh 38 jam menguasai rutan Markas Komando (Mako) Brimob, Depok Jawa Barat, kali ini sekelompok teroris melancarkan aksinya di Surabaya, Jawa Timur. Bahkan, semalam (12/5), empat orang terduga teroris berhasil diringkus tim Densus 88 Antiteror di Cianjur, Jawa Barat, Minggu (13/5).
Kejadian ini bermula ketika Kepolisian mendapat informasi dari intelijen bahwa ada empat terduga teroris bergerak mengarah ke Jakarta menggunakan mobil. Tim dari Densus 88 Antiteror pimpinan AKBP Agung Masloma dan AKBP Dani Afriadi pun membuntuti mereka dari Sukabumi, Jawa Barat.
Namun, keempatnya mengetahui bahwa mereka sedang dibuntuti hingga akhirnya berupaya menghilangkan jejak ke Terminal Pasar Hayam, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
"Saat diberhentikan petugas, keempat teroris melawan dengan mengacungkan senjata api. Keempat terduga teroris tertembak karena melakukan perlawanan. Kini jenazah keempatnya dibawa ke RS Polri Jakarta," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di kantornya, Minggu (13/5).
Identitas keempat tersangka teroris itu yakni, Batti Bagus Nugraha, 20, warga Kebayoran, Jakarta pusat. Dwi Cahyo Nugroho, 22, warga Kebumen, Jawa Tengah, Agus Riyadi, 32, warga Pekalongan, Jawa Tengah. Terkahir Haji Saputra, 23, warga Kotabumi, Lampung Utara.
Setyo mengatakan, keempat teroris itu sebelumnya melakukan latihan semi militer di Sukabumi untuk melancarkan aksi penyerangan ke Ibu Kota. Adapun mereka diketahui sebagai bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jabodetabek yang dipimpin K dan DS, narapidana teroris di Nusakambangan.
"Mereka akan melakukan serangan ke pos polisi, kantor polisi di wilayah Jakarta, Bandung, dan Mako Brimob dengan cara hit and run menggunakan senpi kemudian panah dan busur yang diujungnya ada bomnya. Jadi kalau ditembakkan dia bisa meledak," ungkap Setyo.
Dia mengatakan, mereka merupakan bagian dari sel-sel teroris yang bangkit dari tidurnya menjelang Ramadan dan lebaran.
Sebagaimana diketahui, anak panah yang dipasangi bom, merupakan senjat yang sempat digunakan oleh pemeran utamanya dalam film Rambo II. Ujung anak panah itu dipasangi bom yang bisa meledak ketika mengenai sasaran yang dituju.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
