
ILUSTRASI. (NINA/JAWA POS)
Antara Bung Karno dan Adam Malik siapa penyandang kolektor benda seni terbesar? Dalam dunia kolektor, Adam Malik disebut-sebut terbesar. Selain lukisan, keramik, ikon, diplomat dan bekas wakil presiden ini juga menyimpan benda emas, patung perunggu yang berusia tua. Jade dan jenis-jenis batuan dari Dinasti Ming hingga cula badak dan gesper ada dalam katalognya. Keris, rencong, kujang, mandau tak luput.
Dan, dari koleksi keramik dari masa ke masa, misalnya, bisa mengayakan koleksi museum keramik di Jakarta. Ada sidik jari Adam di rumah keramik ibu kota itu.
Cerita kolektor individual ini, jika dihubungkan seluruhnya, bisa menjadi daftar peserta kongres kebudayaan kolektor. Apa saja ada. Dari batik hingga keris. Dari benda elektronik hingga pernak-pernik tokoh kartun Jepang seperti yang dilakukan Harry de Fretes atau lebih dikenal dengan Boim.
Dunia otomotif malah lebih sesak dan kaya lagi. Dari kolektor Harley-Davidson semacam David Sunar Handoko hingga mobil-mobil mainan dari masa ke masa.
Di tumbuhan ada penggilanya. Di dunia ikan ada penggilanya. Di mata uang kuno ada pemegangnya. Di filateli dan beragam dunia kertas tua ada komunitasnya. Semua benda yang barangkali tak pernah terpikirkan punya pemburunya sendiri, pemujanya sendiri, penjaganya sendiri.
Spektrum kebudayaan kolektor tidak sekadar berkisah tentang para penyimpan dengan segala cinta dan sakitnya. Juga, tentang keserakahan dan kejahatan yang melingkupinya.
Berita pemalsuan benda purbakala dan barang antik, kabar pencurian di museum sana dan museum sini, siar hilang dan terbunuhnya si anu dan si ani, gosip penyelundupan di teluk T dan di perairan P menjadi kertas litmus dari kebudayaan kolektor.
Darah dan uang, sebagaimana seks dan kekerasan, berkelindan dalam kebudayaan kolektor itu. Sebab, dalam hasrat dan kegilaan pada peradaban masa dan pada benda-benda berusia purba itu ada skema kriminalitas yang mengikutinya.
Umumnya, motif utama dari kriminalitas itu adalah persaingan koleksi antarkolektor atau perebutan kuasa jaringan ekonomi.
Betapa tidak, ada operasi nilai ekonomi tingkat tinggi yang hidup dan menggeliat di sana. Balai lelang menjadi seperti bank sentral di mana katalog diperbarui, di mana harga dikatrol, di mana informasi penting dilepas dan dijaga para kolektor.
Sebagaimana bank sentral, balai lelang adalah jiwa ekonomi dari kebudayaan kolektor itu. Di sanalah, semuanya berkumpul. Di sanalah, segala strategi dirancang. Di sanalah, para kepala gangster kebudayaan kolektor saling adu keutamaan. Di sana, betapa sulit mengenali mana si pengumpul berhati mulia dan mana si pengumpul berzirah durjana.
Dari balai lelang itu pula, rantai dari kebudayaan kolektor itu bisa dihitung. Dari setiap rantai, dari hilir ke hulu, ada sejumlah ekonomi keluarga yang bergantung.
Kita ingin melihat kebudayaan seperti ini dalam sepuluh tahun yang bakal diorkestrasi duet Menteri Fadli dan Penyantun Hashim.
Pengalaman kedua sosok ini, terutama sebagai kolektor individual yang teruji stamina ekonomi dan hasratnya dalam ”kebudayaan berburu dan mengumpulkan”, bisa menjadi semangat baru menghidupkan tradisi tua dalam narasi kebudayaan ini.
Atas nama bangsa, rakyat menitip harapan besar. Dengan pengalaman, jaringan, bekingan, uang, dan kini penguasaan semua kunci museum, duet Menteri Fadli dan Penyantun Hashim di satu sisi diharapkan bisa menjalankan misi sebagai bayangkara penyelamat dan penjamin koleksi budaya Indonesia dari keserakahan manusia ”kolektor pedagang”, sementara di sisi lain mampu menghidupkan lentera kegairahan pada segala hal yang berbau treasure.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
