
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengikuti rapat kerja bersama komisi VIII di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Haji dan Umrah Mohammad Irfan Yusuf menyebut bahwa orang yang ingin menjadi petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tak cukup mempunyai niat baik. Pasalnya, ada banyak dimensi yang meliputi penyelenggaraan haji selain ibadah spiritual.
Ia menerangkan, penyelenggaan ibadah haji bukanlah pekerjaan biasa karena merupakan amanah negara, umat, dan keagamaan. Selain itu, di dalamnya juga terdapat dimensi ibadah, dimensi pelayan publik, serta dimensi diplomasi dan tata kelola internasional.
"Karena itu seorang petugas yang terlibat di dalamnya tidak cukup hanya memiliki niat baik," ujar Irfan dalam sambutan Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (11/1).
Ia menegaskan bahwa petugas PPIH harus dibekali kompetensi, integritas, dan kesiapan mental yang matang untuk dapat melaksanakan tanggung jawab tersebut. Hal itu pulalah yang melandasi pelaksanaan diklat ini.
"Seperti disampaikan dari panitia tadi, Anda semua disiapkan secara fisik, disiapkan disiplinnya, disiapkan pengetahuan tentang ibadah haji, disiapkan pengetahuannya tentang situasi di Saudi, disiapkan juga peraturan-peraturan dan terkait dengan haji juga disiapkan tentang bahasa Arab standar," jelasnya.
"Kalau ada makanan datang dan tidak sesuai, tegur. Gimana negurnya kalau enggak bisa bahasa Arab?" tegasnya.
Oleh karena itu, Irfan berharap para petugas PPIH ini mengikuti diklat dengan benar agar memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing saat pelaksanaannya.
"Sehingga mulai sekarang sudah kenal, istilah sudah bonding, sudah tahu apa yang harus dilakukan," pungkasnya.
Sebelumnya, Sebanyak 1.636 petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 dibekali materi baris-berbaris dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) yang diselenggarakan di Asrama Haji Pondok Gede dan Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Diklat ini dilakukan mulai tanggal 10-30 Januari 2026.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan, materi baris-berbaris ini diberikan kepada PPIH untuk memperkuat kedisiplinan, koordinasi, dan alur komando petugas saat melayani jemaah di Tanah Suci.
Ketua Panitia PPIH Arab Saudi 2026, Puji Raharjo, menjelaskan bahwa peserta diklat merupakan petugas yang akan bertugas di berbagai daerah kerja, mulai dari Makkah, Madinah, bandara, hingga layanan pendukung lainnya.
Dari total 1.636 peserta yang dipersiapkan, 1.501 orang telah hadir hingga pagi hari, sementara sisanya masih dalam perjalanan dan seluruhnya dapat tertampung di asrama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022