Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Juni 2025 | 19.43 WIB

Tawaf Ifadah Tak Perlu Buru-Buru, Jemaah Haji Indonesia Diimbau Prioritaskan Istirahat

Jemaah dari berbagai negara melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa (27/5). (MCH 2025) - Image

Jemaah dari berbagai negara melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa (27/5). (MCH 2025)

JawaPos.com – Hari ini, Senin (9/6/2025) atau 13 Dzulhijah, jemaah haji Indonesia menyelesaikan rangkaian hari tasyrik yang ditutup dengan prosesi lempar jumrah. Setelah fase puncak haji yang melelahkan—wukuf di Arafah pada Kamis (5/6), mabit di Muzdalifah, dan lempar jumrah di Mina—tibalah saatnya jemaah bersiap menyempurnakan ibadah hajinya dengan tawaf ifadah.

Tawaf ifadah adalah salah satu rukun haji yang wajib dilakukan oleh setiap jemaah setelah melewati puncak ibadah haji. Dalam praktiknya, tawaf ini dilakukan dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali, dilanjutkan dengan sai dan tahalul akhir. Setelah menyelesaikannya, barulah seluruh larangan ihram gugur sepenuhnya.

Meski begitu, Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau agar para jemaah tidak terburu-buru melaksanakan tawaf ifadah. Terutama bagi mereka yang tidak memiliki jadwal pemulangan atau perpindahan ke kota lain dalam waktu dekat.

“Kami harapkan jamaah bisa menggunakan waktunya untuk istirahat,” ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief di Mina, Senin (9/6) dini hari. Ia menekankan bahwa tahapan Arafah–Muzdalifah–Mina (Armuzna) menguras energi jemaah secara fisik dan mental. Karena itu, pemulihan tubuh menjadi prioritas sebelum melanjutkan ibadah berikutnya.

Bagi jemaah yang termasuk dalam kloter awal pemulangan ke Indonesia, Kemenag tetap mendorong pelaksanaan tawaf ifadah dalam waktu dekat agar seluruh rangkaian haji selesai sebelum keberangkatan. “Kelompok masyarakat ini atau jamaah haji ini bisa melakukan tawaf ifadah lebih awal,” jelas Hilman.

Sementara jemaah lainnya diimbau melakukannya secara bertahap dan terjadwal, mengikuti arahan petugas kloter. Pendekatan ini diambil agar kepadatan Masjidil Haram bisa dikurangi dan kenyamanan jemaah tetap terjaga.

Selain itu, Hilman Latief juga menyinggung soal evaluasi terhadap praktik umrah berulang yang kerap dilakukan jemaah setelah menyelesaikan ibadah haji. Menurutnya, langkah tersebut perlu dipertimbangkan ulang, apalagi jika kondisi fisik jemaah sudah menurun.

“Deputi Menteri Haji (Arab Saudi) menyarankan, stay in the hotel. Jangan memaksakan apalagi setelah melakukan ifadah lalu umrah lagi,” ungkap Hilman mengutip hasil koordinasi dengan otoritas Saudi.

Imbauan ini dikeluarkan agar jemaah tidak mengalami kelelahan berlebih atau risiko kesehatan pascahaji, mengingat fase ibadah sebelumnya sudah cukup berat.

Dengan berakhirnya masa tasyrik dan penutupan proses lontar jumrah hari ini, seluruh jemaah kini memasuki fase akhir pelaksanaan haji. Bagi sebagian besar jemaah, momen ini sekaligus menjadi masa persiapan untuk kembali ke Tanah Air.

Kemenag memastikan akan terus mendampingi jemaah hingga seluruh rangkaian ibadah haji terselesaikan dengan baik. Tawaf ifadah bisa dilakukan dalam beberapa hari ke depan sesuai kesiapan fisik masing-masing jemaah.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore