Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Mei 2025 | 23.51 WIB

Dari Wasiat ke Kakbah, Kisah Lina Asal Pati yang Gantikan Sang Ayah Berhaji di Usia 18 Tahun

Zahrotun Ulin Nasroh yang berhaji di usia 18 tahun. (MCH 2025) - Image

Zahrotun Ulin Nasroh yang berhaji di usia 18 tahun. (MCH 2025)

JawaPos.com – Usianya masih 18 tahun, tapi tanggung jawab yang dipikul Zahrotun Ulin Nasroh jauh melebihi usianya. Gadis asal Pati yang akrab disapa Lina ini menjadi salah satu jemaah termuda dalam ibadah haji 2025, menggantikan almarhum ayahnya yang wafat sebelum sempat menunaikan rukun Islam kelima.

“Bapak kan ada sakit gagal ginjal. Udah kepikiran nggak bisa berangkat haji. Terus, bapak bilang ke saya untuk menggantikan haji,” tutur Lina saat ditemui di Makkah, Arab Saudi, Selasa (20/5).

Ayahnya, yang sempat dirawat intensif di ICU selama seminggu sebelum wafat pada 2020, sempat memberi kepercayaan penuh pada Lina untuk mewakilinya berangkat ke Tanah Suci. Keputusan itu sempat membuat Lina kaget dan bimbang karena saat itu usianya masih belasan tahun.

“Sempat berpikir, mungkin bapak bisa sembuh dan tetap berangkat. Itu kan cuma berandai-andai. Tapi ternyata benar-benar saya yang harus gantiin,” kenangnya.

Orang tua Lina, Husnul Khotimah dan suaminya, sudah mendaftar haji sejak 2012. Namun takdir berkata lain. Setelah kepergian sang ayah, Lina langsung mengurus berkas keberangkatan haji bersama ibundanya. Ia harus menunggu hingga usianya cukup 18 tahun agar bisa resmi menggantikan posisi sang ayah dalam kuota haji keluarga.

“Yang nungguin haji itu bapak. Tapi yang berangkat justru saya. Jadi saya merasa harus menjalankan ini sebaik mungkin karena sudah dikasih kepercayaan itu,” kata Lina.

Meskipun belum pernah keluar negeri sebelumnya, Lina mengaku sangat bahagia bisa datang ke Makkah dan melihat langsung Kakbah. “Senang banget. Ini pertama kali ke luar negeri, langsung ke Makkah buat haji,” ujarnya.

Selama di Makkah, Lina tidak hanya menjalani ibadah. Ia juga berupaya menjadi pendamping terbaik bagi sang ibu yang seharusnya berangkat bersama suaminya. “Mungkin selalu nemenin ibu. Seperti kemarin, saya temani ibu di Masjidil Haram waktu tahajud, ngaji, nunggu subuh, terus baru tawaf,” ceritanya.

Bersamaan dengan itu, Lina juga membawa satu harapan besar dari ayahnya: menjadi Polwan. Sejak dulu, sang ayah ingin agar Lina menjadi polisi wanita yang jujur dan salehah. Doa itu pun ia panjatkan dua kali di depan Kakbah.

“Cita-citanya jadi Polwan. Ayah pesan biar jadi Polwan yang solihah dan jujur,” ungkap Lina.

Keinginannya tidak berhenti di situ. Lina berharap setelah berhaji, dirinya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan istiqamah dalam beribadah. Ia juga menyampaikan pesan kepada teman-teman seusianya agar tetap kuat dalam menjalani ibadah haji meski masih muda.

“Walaupun masih muda, semoga tetap bisa kuat. Semoga haji ini bisa jadi bekal untuk memperbaiki sikap dan menjaga diri,” ujar Lina.

Sementara sang ibu, Husnul Khotimah, menyebut Lina sebagai anak yang mandiri sejak kecil. “Dari kecil sudah mandiri. Sejak sekolah dasar sudah tinggal bersama bapaknya karena saya kerja,” ujar Husnul. Ia pun menyimpan harapan besar agar semua doa Lina, terutama untuk ayahnya, dikabulkan Allah SWT.

“Semoga almarhum suami diterima amalnya, diampuni dosanya, dan dijauhkan dari siksa api neraka. Semoga Lina bisa jadi anak yang kuat, panjang umur, dan tetap dalam lindungan Allah,” kata Husnul penuh haru.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore