Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Juni 2025 | 18.28 WIB

Sudah 120 Pengaduan Masuk Ke Komnas Haji, Didominasi Masalah saat Armuzna Sampai Katering Basi

BPKH Limited menyerahkan kompensasi uang tunai untuk jemaah haji yang tidak mendapatkan makanan usai puncak haji. (MCH 2025) - Image

BPKH Limited menyerahkan kompensasi uang tunai untuk jemaah haji yang tidak mendapatkan makanan usai puncak haji. (MCH 2025)

JawaPos.com - Di tengah awal-awal masa pemulangan jamaah haji, Komnas Haji memaparkan data sementara laporan di posko pengaduan. 

Sampai saat ini, ada sekitar 120 pengaduan jamaah haji yang mereka terima. Pengaduan umumnya muncul menjelang dan saat masa Arafah, Mudzalifah, dan Mina (Armuzna). 

Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj mencontohkan, pengaduan menjelang Armuzna adalah soal layanan transportasi.

Misalnya keterlambatan armada transportasi dalam menjemput. Saat itu banyak jamaah yang menunggu cukup lama untuk diberangkatkan menuju ke Arafah dari hotel di Makkah.

"Kemudian (pengaduan) tidak dapat tenda dan konsumsi," katanya saat dihubungi Jumat (13/6). Seperti diketahui saat puncak haji, jamaah menginap di tenda. Baik itu tenda di Arafah maupun di Mina.

Keluhan lain yang banyak beredar di masyarakat adalah keterlambatan transportasi saat masa Armuzna. Viral di media sosial, jamaah haji memilih jalan kaki, ketimbang lama-lama menunggu bus. 

Oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, jamaah yang jalan kaki itu disebut tidak sabar menunggu dijemput bus.

"Pasca Armuzna, keluhan soal konsumsi dari BPKH Limited yang terlambat sampai lima jam, bahkan ada yang basi," katanya.

Pihak BPKH Limited akhirnya menyampaikan permohonan maaf. Mereka juga memberikan uang kompensasi 10-15 riyal kepada jamaah yang tidak mendapatkan katering.

Ditarik ke belakang, Mustolih mengatakan masalah atau pengaduan sudah mereka terima sejak sebelum keberangkatan.

Dia mencontohkan masalah visa haji yang belum kunjung terbit. Padahal jamaah lain dalam satu rombongan sudah ada yang terbang menuju Saudi.

Kemudian banyak juga laporan jamaah pisah rombongan. Dia mengatakan pisah rombongan itu karena multi syarikah. Tahun ini Kemenag menggandeng delapan syarikah sekaligus. 

Di sisi lain, Mustolih mengapresiasi Menag Nazaruddin Umar yang akhirnya meminta maaf atas segala kekurangan dalam pelayanan haji 2025. Permintaan maaf itu disampaikan Nasaruddin secara terbuka ke masyarakat.

Bagi Mustolih, permintaan maaf tersebut dapat diartikan Nasaruddin mengakui dan tidak menutup mata terhadap fakta berbagai masalah yang ada.

"Komnas Haji mengapresiasi dan menghargai sikap gentle yang ditunjukkan Menteri Agama yang dengan tulus meminta maaf sebagai bentuk pertanggungjawaban moril atas pelayanan yang masih jauh dari memuaskan," katanya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore