
BPKH Limited menyerahkan kompensasi uang tunai untuk jemaah haji yang tidak mendapatkan makanan usai puncak haji. (MCH 2025)
JawaPos.com - Di tengah awal-awal masa pemulangan jamaah haji, Komnas Haji memaparkan data sementara laporan di posko pengaduan.
Sampai saat ini, ada sekitar 120 pengaduan jamaah haji yang mereka terima. Pengaduan umumnya muncul menjelang dan saat masa Arafah, Mudzalifah, dan Mina (Armuzna).
Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj mencontohkan, pengaduan menjelang Armuzna adalah soal layanan transportasi.
Misalnya keterlambatan armada transportasi dalam menjemput. Saat itu banyak jamaah yang menunggu cukup lama untuk diberangkatkan menuju ke Arafah dari hotel di Makkah.
"Kemudian (pengaduan) tidak dapat tenda dan konsumsi," katanya saat dihubungi Jumat (13/6). Seperti diketahui saat puncak haji, jamaah menginap di tenda. Baik itu tenda di Arafah maupun di Mina.
Keluhan lain yang banyak beredar di masyarakat adalah keterlambatan transportasi saat masa Armuzna. Viral di media sosial, jamaah haji memilih jalan kaki, ketimbang lama-lama menunggu bus.
Oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, jamaah yang jalan kaki itu disebut tidak sabar menunggu dijemput bus.
"Pasca Armuzna, keluhan soal konsumsi dari BPKH Limited yang terlambat sampai lima jam, bahkan ada yang basi," katanya.
Pihak BPKH Limited akhirnya menyampaikan permohonan maaf. Mereka juga memberikan uang kompensasi 10-15 riyal kepada jamaah yang tidak mendapatkan katering.
Ditarik ke belakang, Mustolih mengatakan masalah atau pengaduan sudah mereka terima sejak sebelum keberangkatan.
Dia mencontohkan masalah visa haji yang belum kunjung terbit. Padahal jamaah lain dalam satu rombongan sudah ada yang terbang menuju Saudi.
Kemudian banyak juga laporan jamaah pisah rombongan. Dia mengatakan pisah rombongan itu karena multi syarikah. Tahun ini Kemenag menggandeng delapan syarikah sekaligus.
Di sisi lain, Mustolih mengapresiasi Menag Nazaruddin Umar yang akhirnya meminta maaf atas segala kekurangan dalam pelayanan haji 2025. Permintaan maaf itu disampaikan Nasaruddin secara terbuka ke masyarakat.
Bagi Mustolih, permintaan maaf tersebut dapat diartikan Nasaruddin mengakui dan tidak menutup mata terhadap fakta berbagai masalah yang ada.
"Komnas Haji mengapresiasi dan menghargai sikap gentle yang ditunjukkan Menteri Agama yang dengan tulus meminta maaf sebagai bentuk pertanggungjawaban moril atas pelayanan yang masih jauh dari memuaskan," katanya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
