Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Mei 2025 | 04.52 WIB

Cegah Masalah Saat Kedatangan Jemaah Haji di Madinah, PPIH Bandara Bahas Mitigasi Teknis Bersama Syarikah

Kepala Daker Bandara Abdul Basir saat bertemu dengan Manajer Syarikah Al Isnad Al Mutakamel, Atif Ainusa. (Media Center Haji 2025) - Image

Kepala Daker Bandara Abdul Basir saat bertemu dengan Manajer Syarikah Al Isnad Al Mutakamel, Atif Ainusa. (Media Center Haji 2025)

JawaPos.com – Jelang kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia pada 2 Mei 2025, Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi memperkuat koordinasi teknis di lapangan. Salah satu fokus utama adalah memitigasi persoalan-persoalan teknis yang kerap muncul saat pelayanan jemaah tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah.

Pada Kamis (1/5), Kepala Daker Bandara Abdul Basir menggelar pertemuan intensif dengan beberapa syarikah. Salah satunya, bertemu Manajer Syarikah Al Isnad Al Mutakamel, Atif Ainusa, guna membahas solusi konkret atas berbagai potensi kendala yang kerap terjadi. Seperti keterlambatan layanan, hambatan pergerakan jemaah, hingga persoalan bagasi.

"Kita berdiskusi dengan salah satu syarikah untuk memitigasi persoalan-persoalan yang biasanya muncul saat kedatangan jemaah di bandara," ujar Basir.

Menurutnya, meski tidak semua potensi kendala bisa dihilangkan sepenuhnya, pertemuan ini telah menghasilkan beberapa alternatif solusi yang siap diuji saat proses penerimaan jemaah dimulai.

Dalam beberapa musim haji terakhir, persoalan teknis di bandara menjadi salah satu tantangan yang perlu penanganan khusus, termasuk dalam hal alur keluar masuk terminal, penempatan bus pengangkut jemaah, dan konsistensi waktu tunggu layanan.

Koordinasi erat dengan syarikah sebagai mitra pelaksana menjadi kunci untuk memastikan pelayanan berjalan mulus sejak jemaah mendarat di tanah suci.

"Alhamdulillah, meskipun baru tahap awal, kita sudah mulai menemukan alternatif-alternatif solusi yang mungkin bisa diterapkan," ujar Basir optimistis.

Selain soal mitigasi, pertemuan juga membahas rencana penyambutan kloter pertama. Basir menyebut bahwa skema penyambutan masih dikaji, termasuk lokasi dan bentuk seremonial yang akan melibatkan Duta Besar RI untuk Arab Saudi dan Konsul Jenderal RI di Jeddah (KJRI).

Lokasi penyambutan masih dipertimbangkan antara zona fast track dan terminal haji, dengan menimbang efektivitas ruang dan waktu.

Menurut syarikah, area fast track memiliki keterbatasan waktu karena proses imigrasi jemaah sudah selesai dari Indonesia. Hal ini bisa menyulitkan pelaksanaan penyambutan resmi secara maksimal.

Karena itu, ada wacana agar seremonial penyambutan dialihkan ke kloter berikutnya, yang dijadwalkan mendarat di terminal haji yang lebih luas dan representatif.

“Mereka siap di mana pun, tapi fast track waktunya sangat singkat. Mereka khawatir tidak bisa maksimal. Terminal haji lebih memungkinkan,” ucap Basir.

Dengan pertemuan ini, Daker Bandara berharap seluruh aspek teknis penyambutan dan pelayanan kedatangan jemaah haji Indonesia tahun ini bisa berjalan lebih rapi, cepat, dan manusiawi.

Komunikasi antara PPIH, syarikah, dan otoritas bandara terus diperkuat untuk memastikan hari pertama kedatangan berjalan tanpa kendala.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore