
Kepala Daker Bandara Abdul Basir saat bertemu dengan Manajer Syarikah Al Isnad Al Mutakamel, Atif Ainusa. (Media Center Haji 2025)
JawaPos.com – Jelang kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia pada 2 Mei 2025, Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi memperkuat koordinasi teknis di lapangan. Salah satu fokus utama adalah memitigasi persoalan-persoalan teknis yang kerap muncul saat pelayanan jemaah tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah.
Pada Kamis (1/5), Kepala Daker Bandara Abdul Basir menggelar pertemuan intensif dengan beberapa syarikah. Salah satunya, bertemu Manajer Syarikah Al Isnad Al Mutakamel, Atif Ainusa, guna membahas solusi konkret atas berbagai potensi kendala yang kerap terjadi. Seperti keterlambatan layanan, hambatan pergerakan jemaah, hingga persoalan bagasi.
"Kita berdiskusi dengan salah satu syarikah untuk memitigasi persoalan-persoalan yang biasanya muncul saat kedatangan jemaah di bandara," ujar Basir.
Menurutnya, meski tidak semua potensi kendala bisa dihilangkan sepenuhnya, pertemuan ini telah menghasilkan beberapa alternatif solusi yang siap diuji saat proses penerimaan jemaah dimulai.
Dalam beberapa musim haji terakhir, persoalan teknis di bandara menjadi salah satu tantangan yang perlu penanganan khusus, termasuk dalam hal alur keluar masuk terminal, penempatan bus pengangkut jemaah, dan konsistensi waktu tunggu layanan.
Koordinasi erat dengan syarikah sebagai mitra pelaksana menjadi kunci untuk memastikan pelayanan berjalan mulus sejak jemaah mendarat di tanah suci.
"Alhamdulillah, meskipun baru tahap awal, kita sudah mulai menemukan alternatif-alternatif solusi yang mungkin bisa diterapkan," ujar Basir optimistis.
Selain soal mitigasi, pertemuan juga membahas rencana penyambutan kloter pertama. Basir menyebut bahwa skema penyambutan masih dikaji, termasuk lokasi dan bentuk seremonial yang akan melibatkan Duta Besar RI untuk Arab Saudi dan Konsul Jenderal RI di Jeddah (KJRI).
Lokasi penyambutan masih dipertimbangkan antara zona fast track dan terminal haji, dengan menimbang efektivitas ruang dan waktu.
Menurut syarikah, area fast track memiliki keterbatasan waktu karena proses imigrasi jemaah sudah selesai dari Indonesia. Hal ini bisa menyulitkan pelaksanaan penyambutan resmi secara maksimal.
Karena itu, ada wacana agar seremonial penyambutan dialihkan ke kloter berikutnya, yang dijadwalkan mendarat di terminal haji yang lebih luas dan representatif.
“Mereka siap di mana pun, tapi fast track waktunya sangat singkat. Mereka khawatir tidak bisa maksimal. Terminal haji lebih memungkinkan,” ucap Basir.
Dengan pertemuan ini, Daker Bandara berharap seluruh aspek teknis penyambutan dan pelayanan kedatangan jemaah haji Indonesia tahun ini bisa berjalan lebih rapi, cepat, dan manusiawi.
Komunikasi antara PPIH, syarikah, dan otoritas bandara terus diperkuat untuk memastikan hari pertama kedatangan berjalan tanpa kendala.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
