
Jutaan peserta haji dari berbagai belahan dunia berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf yang menjadi puncak ibadah dan sahnya haji, Selasa (27/6/2023). ANTARA
Jika terdapat jamaah haji yang memakai pakaian berjahit atau berwukuf di luar padang Arafah, maka ibadah hajinya batal. Hal ini menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang dibatasi, dibatasi dengan syariat, dibatasi dengan batas usia, dibatasi kekuatan fisiknya, dibatasi jangkauan berpikir, dan lain sebagainya.
Manusia memang memiliki kekuatan fisik dan akal serta kesempurnaan dalam penciptaannya, namun terbatas dan terukur. Proses penciptaan manusia pun telah diatur oleh Allah Swt., dan fungsi tubuh pun memiliki batasan. Manusia terlahir lemah, kemudian dijadikan kuat oleh Allah, lalu kemudian kembali menjadi tua dan melemah.
M Eshaq (40), peserta haji asal Mesir, saat melakukan ritual wukuf lebih banyak berdiam diri di tenda sederhana. Saat wukuf, ia lebih banyak memohon ampunan kepada Sang Maha Pencipta atas dosa-dosa yang pernah dilakukannya.
Bagi dia, ritual wukuf ini baru permulaan perjalanan spiritual berikutnya seperti lempar jumrah di Mina, tawaf atau mengelilingi Kakbah maupun sai antara Shafa dan Marwah.
Ia berharap bahwa ibadah yang dilakukannya dapat diterima di sisi Allah Swt.
Perenungan juga dilakukan oleh Ali Dakker (25), peserta haji asal Pakistan. Baginya puncak haji bukan semata-mata jamaah kumpul di Padang Arafah.
Peserta haji harus memaknai puncak ritual ibadah haji itu sendiri. Di Padang Arafah, lanjut dia, Nabi Muhammad melaksanakan wukuf serta menerima wahyu terakhir.
Di Padang Arafah, Nabi Ibrahim memohon dikaruniai keturunan dan menerima wahyu untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail.
Di tempat ini juga menjadi tempat bertemunya Adam dan Hawa setelah beratus tahun saling mencari di Bumi.
Al Abgetti, peserta haji asal Yordania, mengatakan bahwa wukuf di Padang Arafah adalah di mana jiwa spiritual naik menghadap Allah Swt.
Wukuf di Padang Arafah, bagi dia, memberikan rasa keharuan mendalam karena di sinilah dirinya merenung akan jati dirinya.
Aku merasa sangat dekat dengan Allah Swt. Ada perasaan haru dan senang, kata dia.
Bagi dia, jemaah haji yang berkumpul di Padang Arafah seperti yaumul mahsyar, yaitu bagaimana nanti manusia dibangkitkan dan dikumpulkan ke dalam antrian untuk menunggu giliran dihisab oleh Allah Swt.
Tempat yang tandus ini menjadi saksi bisu akan peristiwa-peristiwa sakral dan sudah semestinya jamaah haji melakukan perenungan, berzikir, dan berdoa, ujar dia.
Wukuf di Arafah merupakan simbol kedekatan sang hamba kepada Tuhan saat berhaji.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
