SEPENUH HATI: Letda Sus Marisa Puspita Sari menanyai jemaah haji lansia yang tertinggal romobongan di posko sektor khusus Masjidilharam (13/6).
Jemaah lansia menjadi ”vitamin” Marisa Puspita Sari untuk tidak merasa capek. Mereka tertinggal, kesasar, dan sakit di Masjidilharam mengisi hari-hari perempuan yang pernah tergabung dalam Paspampres itu.
Laporan dari Makkah: Eko Priyono-Abdi D. Noor
---
DALAM sehari saja, puluhan lansia dengan beragam masalah yang harus didampingi Letda Sus Marisa Puspita Sari. Ada yang kesasar, tertinggal rombongan, atau sakit.
”Pokoknya seru deh,” ucapnya saat ditemui Jawa Pos di posko sektor khusus yang biasa jadi tempat penampungan lansia di Masjidilharam Selasa (20/6) lalu.
Lokasinya tepat di depan barisan bus di Terminal Syib Amir. Tidak ada bangunan. Hanya jajaran kontainer yang disulap menjadi ruangan. Ketika ada temuan jemaah lansia, langsung diarahkan ke posko tersebut.
Marisa adalah salah satu srikandi sektor khusus yang ditugaskan di Masjidilharam. Tugas utamanya mencari jemaah haji, terutama perempuan yang butuh bantuan. Perempuan disiagakan di Masjidilharam karena bisa lebih lincah untuk mengakses tempat-tempat khusus dibandingkan laki-laki.
Misalnya kawasan Kakbah lantai 1 yang biasa dipakai tawaf. Untuk laki-laki, hanya yang berpakaian ihram yang bisa masuk ke sana. Sementara jika berpakaian ihram, gerak petugas tidak lincah.
Sementara perempuan cukup memakai baju biasa. Karena itulah, dia sering “jalan-jalan” di kawasan jalur tawaf. ”Saya jalannya melawan arus. Biar kelihatan kalau ada jemaah yang butuh bantuan,” ucap perempuan yang pernah menjadi pengawal khusus Ibu Negara Ani Yudhoyono semasa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono itu.
Jika terlihat jemaah yang lemas kecapekan, Marisa langsung mendekat dan memapahnya keluar jalur tawaf untuk diistirahatkan. Dia akan menungguinya sampai pulih. Kalau kondisinya memungkinkan untuk melanjutkan, akan ditemani hingga tawaf selesai. Kalau tidak, akan ditawari untuk naik skuter atau kursi roda. Tapi, jika kondisi kesehatannya tidak memungkinkan, akan dibawa ke posko kesehatan.
Saat kali pertama menginjakkan kaki di Masjidilharam, perempuan yang pernah tergabung dalam Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sejak 2009 hingga 2017 itu mendapati pengalaman yang menurut dia sangat mengesankan. Saat itu menjalani umrah qudum, salah satu rukun haji.
Setelah menyelesaikan tawaf, Marisa melihat seorang perempuan ndelosor lemas di pinggiran halaman Kakbah. ”Wajahnya nggak ada ekspresinya,” ucap perempuan 36 tahun itu.
Marisa pun mendatangi dan menanyainya. Perempuan lansia tersebut tidak menjawab. Ketika dilihat lebih saksama, ternyata perempuan itu buang air besar dan membanjiri pakaiannya. ”Aku bingung juga kasihan. Harus bagaimana. Ini pertama ke Kakbah,” jelasnya.
Marisa lalu memapah si ibu mencari tempat yang bisa untuk mencuci pakaian. Dia mendapatkan tempat wudu yang lokasinya cukup jauh. Belum berjodoh, saat akan memulai pembersihan, seorang petugas malah mengusirnya. Dia berhasil menyelinap di salah satu sudut yang sepi pengunjung.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
