
Smartphone Motorola kembali ke pasar Indonesia. (RianAlfianto/JawaPos.com).
JawaPos.com - Awal tahun lalu, Motorola resmi kembali masuk ke pasar smartphone Indonesia. Namun sayangnya, kehadiran kembali merek yang sejatinya cukup legendaris di dunia itu tampak masih setengah hati.
Motorola kembali ke Indonesia tanpa, atau belum membuka gerai penjualan offline milik sendiri. Padahal, untuk menjangkau dan membangun trust konsumen, sebuah brand perlu memperkuat eksistensinya dengan pusat penjualan dan pusat layanan sendiri, punya bentuk fisik dan gampang dicari.
Sebagai upaya mengatasi kekurangan tersebut, Motorola baru menggandeng Digiplus, jaringan ritel gadget milik PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) yang memiliki puluhan toko di berbagai kota besar.
Diklaim kalau langkah ini bukan sekadar strategi distribusi, tapi juga upaya membangun kembali kepercayaan publik, sesuatu yang sulit dicapai hanya lewat penjualan online.
Sebab seperti sudah disinggung di atas, di Indonesia, toko fisik masih memegang peran penting karena menjadi tempat konsumen melihat, mencoba, dan memastikan kualitas produk sebelum membeli.
Selain itu, pusat layanan purna jual yang jelas lokasinya membuat pembeli merasa aman karena tahu kemana harus pergi jika perangkat bermasalah.
"Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kami bersama untuk menghadirkan teknologi inovatif langsung kepada konsumen Indonesia," kata Bagus Prasetyo, Country Head, Motorola Indonesia ditemui JawaPos.com di Jakarta, Kamis (14/8).
Sebagai informasi, ketiadaan pusat penjualan dan layanan resmi sering kali membuat konsumen ragu membeli, bahkan untuk merek ternama.
Sebaliknya, kehadiran gerai fisik dan titik layanan yang mudah diakses memberi rasa aman, meningkatkan loyalitas, dan meminimalkan risiko pembeli beralih ke merek lain.
"Motorola hadir tidak hanya sebagai merek global ternama, tetapi juga sebagai simbol inovasi yang kembali hadir di tengah masyarakat Indonesia. Ini juga menjadi bentuk komitmen kami untuk menjadi one stop solution bagi yang membutuhkan produk digital khususnya smartphone,” ucap Dwita Satyanti selaku Head of Marketing Digiplus dalam kesempatan yang sama.
Sebagai informasi, saat kembali ke market smartphone dalam negeri, Motorola menghadirkan sejumlah model seperti moto g45 5G, motorola edge 60 fusion, motorola edge 60 pro, hingga moto g86 power 5G dengan baterai besar dan fitur AI kamera.
Dari segi produk, 'senjata' Motorola untuk bersaing di pasar gadget Tanah Air sebetulnya sudah cukup terlihat. Hanya saja, bagi banyak pengguna, jaminan adanya tempat bertanya, memperbaiki, atau mengklaim garansi jauh lebih menentukan daripada sekadar spesifikasi di atas kertas.
Dengan tambahan Motorola, Digiplus kini menjadi rumah bagi berbagai merek besar seperti Apple, Samsung, Oppo, Xiaomi, Huawei, dan Infinix. Bagi Motorola, inilah panggung utama untuk membuktikan diri, sekaligus menguji apakah strategi bertumpu pada jaringan ritel pihak ketiga cukup kuat untuk merebut hati konsumen Indonesia.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
