Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Oktober 2022 | 19.04 WIB

Perbandingan Harga Produksi IPhone 14 dan 13, Versi Baru Lebih Mahal

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Awal September lalu, Apple meluncurkan iPhone 14 Series terbaru. Dua di antara empat model iPhone 14 baru hadir dengan inovasi yang lumayan. Peningkatannya terasa jika dibandingkan dengan model terdahulu.

Sebagai perangkat baru, apakah jeroan di iPhone 14 Series membawa kualitas yang lebih baik? Bisa iya. Hal ini mengacu pada laporan Nikkei Asia yang mengungkapkan harga komponen untuk iPhone terbaru melonjak 20 persen, mencapai level tertinggi.

Dilansir via GSMArena, produksi iPhone 14 Pro Max dilaporkan berharga USD 501 atau berkisar Rp 7,6 jutaan. Disebutkan bahwa angka ini merupakan peningkatan besar dari biaya sebelumnya yang hanya USD 461 atau setara Rp 7 jutaan untuk seri pendahulunya.

Menurut Nikkei Asia, alasan utama peningkatan ini adalah chip A16 Bionic yang hadir di iPhone 14 Pro dan iPhone 14 Pro Max. Untuk harga chip-nya saja dilaporkan USD 110 atau berkisar hampir Rp 1,7 juta.

"Harga untuk model Pro Max bervariasi antara USD 400 dan USD 450 sejak model diperkenalkan pada 2018," tulis Nikkei Asia.

Chip A16 Bionic harganya 2,4 kali lebih mahal dari pendahulunya A15, yang juga tersedia dalam dua model non-Pro iPhone 14 dan iPhone 14 Plus. Alasan lain untuk kenaikan harga adalah sensor CMOS baru Sony yang ukurannya 30 persen lebih besar, tetapi 50 persen lebih mahal, dengan biaya mentahnya mencapai USD 15 atau berkisar Rp 230 ribuan.

Apple juga membeli layar dari Samsung Display, kesepakatan yang telah berlangsung selama beberapa tahun. Hal ini juga dikatakan turut membawa peningkatan dalam hal produksi iPhone 14 Series. Komponen untuk perangkat iPhone 14 dari perusahaan yang berbasis di AS menghabiskan hampir sepertiga dari total biaya dan naik 10 persen jika dibandingkan dengan 2021.

Korea Selatan adalah penyedia komponen ponsel terbesar kedua, dan peralihan ini terutama disebabkan oleh Apple mengembangkan produknya sendiri, seperti chipset. Pangsa pasar Tiongkok menyusut lebih jauh, karena perusahaan yang bermarkas di Cupertino mencoba membatasi ketergantungan pada pasar Asia.

Laporan sebelumnya mengungkapkan tidak hanya suku cadang, tetapi proses perakitan juga bergerak ke luar negeri. Selain harga yang lebih mahal, saat iPhone 14 Series dibongkar sebelumnya mengungkapkan tidak ada komponen perangkat keras tambahan untuk fungsi SOS darurat, karena berbasis perangkat lunak, yang berarti mungkin menjangkau lebih banyak pasar dalam waktu dekat.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore