Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 April 2025 | 15.29 WIB

BI Klaim Pergerakan Rupiah Terkendali di Tengah Ketidakpastian Global

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), Rabu (23/4). (BI for Jawapos) - Image

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), Rabu (23/4). (BI for Jawapos)

JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) memastikan nilai tukar rupiah tetap terkendali. Didukung kebijakan stabilisasi di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, nilai tukar rupiah pada 27 Maret 2025 tercatat Rp 16.560 per USD. Menguat 0,12 persen point-to-point (PtP) dibandingkan dengan level akhir Februari 2025.

Namun demikian, tekanan kuat terhadap nilai tukar rupiah terjadi di pasar off-shore atau non-deliverable forward (NDF) pada saat libur panjang pasar domestik selama Lebaran.

"Akibat kebijakan tarif resiprokal AS. Bank Indonesia pada 7 April 2025 melakukan intervensi di pasar off-shore NDF secara berkesinambungan di pasar Asia, Eropa, dan New York guna stabilisasi nilai tukar rupiah dari tingginya tekanan global," ungkapnya.

Respons kebijakan itu memberikan hasil positif. Tecermin dari perkembangan rupiah yang terkendali dan menguat menjadi Rp 16.855 per USD pada 22 April 2025.

Ketimbang dengan level Rp 16.865 per USD pada hari pertama pembukaan pasar domestik, 8 April 2025. Menurut Perry, pergerakan rupiah masih sejalan dengan perkembangan mata uang regional.

Masih berada dalam kisaran yang sesuai dengan fundamental ekonomi domestik dalam menjaga stabilitas perekonomian. Kedepan, rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.

Perry berkomitmen akan terus memperkuat respons kebijakan stabilisasi, termasuk intervensi terukur di pasar off-shore NDF. Serta, strategi triple intervention pada transaksi spot, domestic non-deliverable forward (DNDF), dan surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder.

Seluruh instrumen moneter juga terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI. "Untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," tegas lulusan Iowa State University itu.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore