Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Oktober 2023 | 18.20 WIB

BI Sebut Suku Bunga Dinaikkan agar Rupiah Tak Makin Ambles

Gubernur BI Perry Warjiyo - Image

Gubernur BI Perry Warjiyo

Karena memang target inflasi AS 2 persen belum tercapai. The Fed tidak lagi memperkirakan dalam waktu cepat akan terjadi penurunan. Jadi akan relatif masih tinggi di tahun depan.

"Jadi, saya pikir 0,25 persen yang dinaikkan oleh BI untuk mencoba mempertahankan agar kurs rupiah jangan tergerus terus," ungkap Jahja dalam paparan kinerja triwulan III 2023.

Dampaknya terhadap suku bunga dasar kredit (SBDK), BCA memiliki dana pihak ketiga (DPK) yang tinggi. Current account and savings account (CASA) naik 4,7 persen YoY mencapai Rp 869,8 triliun per September 2023. Berkontribusi hingga sekitar 80 persen dari total DPK. Secara keseluruhan, total DPK tumbuh 6,2 persen YoY menjadi Rp 1.089 triliun dan mendorong total aset BCA naik 7,2 persen YoY menjadi Rp 1.381 triliun.

"Pelayanan untuk servis layanan itu yang kita terus tingkatkan. Sehingga untuk mobile banking mencatat kenaikan volume transaksi tumbuh 43,4 persen year-on-year (YoY). Saya pikir SBDK tidak akan diubah. Nanti hasil perhitungan kita, kan baru hari ini naikannya," kata Jahja.

Terpisah, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky memandang, keputusan BI yang menaikkan BI7DRRR dilatarbelakangi karena pergerakan nilai tukar rupiah.

"Sebetulnya ini memang salah satu tujuan utama BI menaikkan suku bunga adalah untuk meredam volatilitas nilai tukar rupiah. Terutama belakangan arus pelemahannya cukup deras. Jadi seharusnya ini berdampak positif," ujarnya kepada Jawa Pos.

Riefky mengapresiasi Keputusan bank sentral yang menaikkan suku bunga acuan di level 6 persen. Menurutnya, hal itu pasti akan berdampak positif bagi nilai tukar rupiah.

"Beberapa jam setelah BI menaikkan suku bunga ini rupiah langsung berbalik ke arah penguatan. Sebetulnya ini cukup positif," imbuh dia.

Meski begitu, Keputusan BI memang di luar ekspektasi pasar. Sebab, pelemahan nilai tukar rupiah disebutnya terjadi dalam jangka waktu temporer. Riefky optimistis nilai tukar rupiah bisa berangsur membaik ke depannya, seiring dengan kebijakan kenaikan BI7DRRR.

"Seharusnya bisa lebih menguatnya ke depannya," jelasnya.

-BI7DRR: 6 persen (naik 25 bps)
-suku bunga deposit facility: 5,25 persen (naik 25 bps)
-suku bunga lending facility: 6,75 persen (naik 25 bps)

Penguatan Bauran Kebijakan BI

-intervensi pasar valas pada transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder
-optimalisasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai instrumen moneter yang pro-market
-Penerbitan Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) untuk pendalaman pasar uang dan mendukung upaya menarik portfolio inflows
-Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (K LM) untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas
-Pelonggaran likuiditas dengan penurunan rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM)
-Percepatan digitalisasi sistem pembayaran, QRIS Antarnegara

Sumber: hasil RDG BI

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore