
The Federal Reserve (The Fed)
JawaPos.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediski rebound sepekan ini. Kekhawatiran pelaku pasar terhadap tapering oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), mulai mereda. Hal itu seiring bursa saham Wall Street yang menguat akhir pekan lalu.
Meski demikian, investor bakal menanti hasil simposium tahunan Jackson Hole, Wyoming, yang berlangsung menjelang akhir pekan, Kamis (26/8) sampai Sabtu (28/8).
"Pasar saham mungkin masih konsolidasi menantikan pertemuan ini yang hasilnya baru ketahuan akhir Agustus. Perkiraan menguat dengan support di level 5.947 sampai 5.884 dan resistance di 6.110 sampai 6.263," kata Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee kepada Jawa Pos tadi malam.
Dia memperkirakan, dalam pertemuan tersebut, Chairman The Fed Jerome Powell memberikan sinyal bahwa bank sentral akan mulai mengurangi dukungan moneter. Mayoritas anggota partisipan Federal Open Market Committee (FOMC) sepakat untuk melakukan tapering tahun ini.
Misalnya, pengurangan nilai program pembelian aset alias quantitative easing pada September. "Taper tantrum berpotensi membuat aset-aset berisiko turun dalam jangka pendek. Termasuk pelemahan mata uang negara seperti rupiah," tuturnya.
Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan, klaim pengangguran pekan lalu mencapai 348 ribu orang. Turun 29 ribu dari laporan pekan sebelumnya. Angka tersebut juga di bawah perkiraan Dow Jones, yaitu 365 ribu orang.
Di sisi lain, indeks manufaktur Philadelphia Fed malah mengalami penurunan meski masih ekspansi. Dari 21,9 menjadi 19,4. Goldman Sachs juga memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi AS di kuartal III menjadi 5,5 persen dari sebelumnya di level 9 persen.
"Data tenaga kerja AS membaik, tetapi data ekonomi menunjukkan perlambatan," ujar Hans.
Dari dalam negeri, komitmen pemerintah Indonesia mendatangkan sekitar 370 juta dosis vaksin Covid-19 menjadi sentimen positif. Pemerintah juga menargetkan untuk mendapatkan tambahan pasokan vaksin sehingga total bisa mencapai 430 juta dosis.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan suku bunga BI 7-day reverse repo rate (BI7DRR) di level 3,5 persen.
BI juga memastikan ketersediaan dana di industri perbankan masih sangat mencukupi dan longgar. Tercatat, bank sentral telah melakukan quantitative easing di perbankan sebesar Rp 114,15 triliun hingga 16 Agustus 2021. Untuk mendukung pembiayaan APBN, BI telah melakukan pembelian SBN di pasar perdana sebesar Rp 131,96 triliun.
Terpisah, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono mengatakan, dalam sepekan lalu, IHSG merosot 1,77 persen dari posisi 6.139,492 menjadi 6.030,77 pada perdagangan Jumat (20/8). Hal tersebut juga berdampak terhadap kapitalisasi pasar bursa dari Rp 7.400,658 triliun menjadi Rp 7.267,791 triliun.
"Sedangkan rata-rata volume transaksi harian bursa turun 3,40 persen menjadi 22,651 miliar saham," ujarnya.
IHSG DALAM SEPEKAN TERAKHIR
16 Agustus: 6.078,35
18 Agustus: 6.114,39
19 Agustus: 5.991,06
20 Agustus: 6.030,77
Sumber: BEI

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
