Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Januari 2020 | 01.29 WIB

BEI Identifikasi Ada 41 Saham Gorengan di Pasar Modal

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (7/8/2019). Perdagangan IHSG ditutup menguat 84,72 poin atau 1,38 persen ke posisi 6.204,2. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (7/8/2019). Perdagangan IHSG ditutup menguat 84,72 poin atau 1,38 persen ke posisi 6.204,2. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengidentifikasi 41 saham diduga sebagai saham gorengan di pasar modal. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widito Widodo menjelaskan, yang dimaksud dengan saham gorengan adalah saham yang memiliki volume besar, namun tidak sesuai dengan fundamentalnya.

"Saham ini kami identifikasi sebagai saham-saham yang tidak sesuai antara harga terhadap fundamendal. Volumenya memang besar," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/1).

Laksono menuturkan, total kontribusi saham gorengan terhadap transaksi harian di pasar modal cenderung sangat kecil, yaitu hanya sekitar 8,3 persen dari Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) yang sebesar Rp 9,1 triliun. "Kontribusi mereka terhadap volume memang besar. Tapi, secara value itu kecil 8,3 persen dari total velue di 2019 full year," ujarnya.

Namun sayangnya, pihaknya belum menyebutkan nama-nama emiten yang diduga sebagai saham gorengan tersebut. "Untuk menghormati asas praduga tak bersalah kami tidak ada sebutkan," tuturnya.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Kristian S. Manullang menambahkan, istilah saham gorengan seringkali digunakan oleh publik terhadap saham-saham yang memiliki volatilitas tinggi, namun tidak didukung oleh fundamental dan informasi yang memadai.

"Dalam menyikapi saham-saham yang memiliki volatilitas tinggi, dan tidak didukung oleh fundamental, serta informasi yang memadai, BEI selalu melakukan tindakan yang sesuai dan memadai untuk mengatasi hal tersebut," jelasnya.

Investor dapat melihat upaya pengawasan bursa dalam menjaga keteraturan, kewajaran, dan efisiensi dari penyelenggaraan perdagangan efek melalui website di alamat www.idx.co.id.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore