Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Februari 2018 | 14.16 WIB

Minim Sentiman Positif, Rupiah Diprediksi Masih Mengalami Tekanan

Ilustrasi perdagangan mata uang di money changer - Image

Ilustrasi perdagangan mata uang di money changer

JawaPos.com - Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di akhir pekan ini berharap pelemahannya dapat lebih terbatas. Pasalnya, sentimen dari dalam negeri yang cenderung masih positif dianggap kurang kuat mengangkat laju rupiah.


Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menyampaikan, masih adanya kekhawatiran meningkatnya kembali laju USD dan juga kembali meningkatnya permintaan atas USD membuat pergerakan rupiah cenderung kembali melemah.


“Masih terapresiasinya USD seiring pemulihan ekonomi AS yang menunjukan kemajuan membuat pergerakan rupiah kembali mengalami penurunan,” ujarnya di Jakarta, Jumat (9/2).


Di sisi lain, pelemahan ini sejalan dengan komentar Bank Indonesia yang menyebutkan depresiasi nilai tukar rupiah kemarin yang menembus level Rp13.600 masih tergolong "dinamika normal" karena pelaku pasar melakukan penyesuaian untuk menghadapi kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve yang diperkirakan terjadi Maret 2018.


Pihaknya memperkirakan, laju rupiah tertahan di atas target support 13.580 dan diharapkan pelemahan dapat lebih terbatas. Diperkirakan rupiah akan bergerak dengan kisaran pada kisaran batas bawah (support) 13.575 dan batas atas (resisten) 13.515.


“Tetap waspada berbagai sentimen yang dapat memicu pelemahan kembali,” tandasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore