Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 September 2015 | 09.29 WIB

Gubernur BI Senang, Surplus Turun, Pertanda Masyarakat Mulai Bergairah

Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo - Image

Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo

JawaPos.com – Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengatakan tren ekonomi Indonesia di jalur cukup baik. Ia menjelaskan data BI tentang neraca perdagangan periode Agustus 2015 yang surplus tapi turun menunjukkan mulai ada kegairahan ekonomi masyarakat.



BI mencatat bulan Agustus mengalami surplus USD 0,43 miliar tapi masih lebih rendah dibanding periode Juli 2015 sebesar USD 1,39  miliar.



“Tapi kalau disimak, itu karena neraca perdagangan yang mengecil surplusnya karena permintaan impor nonmigas yang cukup tinggi,” ucap Agus seusai sholat Jumat di Mesjid BI, Jakarta, Jumat, (18/9).



Menurutnya, transaksi impor nonmigas  kebanyakan terkait pembelian mesin dan peralatan untuk  kebutuhan industri dalam negeri. Itu menandakan ada kegiatan yang mengarah ke produksi



“Itu tanda bahwa ekonomi bergerak dan akan ada dorongan untuk pertumbuhan ekonomi yang baik karena sudah dimulai dengan impor yang meningkat. Khususnya untuk barang modal dan barang setengah jadi,” katanya.



Kata Agus, dari dalam negeri, denyut  belanja swasta dan pemerintah mulai terasa. Sebagai contoh  untuk semen misalnya, terjadi peningkatan yang cukup tinggi, yakni sampai 14 persen.  Sama halnya dengan penjualan sepedamotor mengalami peningkatan permintaan.



“Yang sebelumnya itu turun ternyata sekarang ada peningkatan,” tutur Agus.



Mantan menteri keuangan ini melihat semua yang terjadi di Agustus memberi sinyal baik. Kita juga harapkan pencairan anggaran pemerintah pusat dan pemerintah daerah dilakukan dengan baik.



Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi akan berjalan lebih baik. Seperti yang disampaikan oleh BI bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2015 akan berada di angka 4,7 sampai 5,1 persen.



“Jika dibandingkan dengan negara lain, Brazil misalnya, yang merupakan negara berkembang besar itu ekonominya minus 4,5 persen. Kita lihat Rusia, itu minus. Kalau Indonesia bisa tumbuh 4,7-5,1 persen itu baik. Tapi kita butuh optimisme,,” tutup Agus. (tih/jpg)

Editor: Idham
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore