
Ilustrasi uang. (Freepik)
JawaPos.com - Mengelola keuangan rumah tangga bukan sekadar soal mencatat pengeluaran atau menabung semata. Dibutuhkan strategi yang terencana agar keuangan tetap stabil, pengeluaran terkendali, dan tujuan finansial keluarga tercapai.
Apalagi di tengah tekanan kebutuhan hidup yang terus meningkat, penting bagi setiap keluarga untuk memahami cara mengatur pendapatan dengan efektif, termasuk membuat perencanaan jangka pendek dan panjang.
Dengan manajemen keuangan yang baik, hidup pun bisa menjadi lebih tenang dan terhindar dari stres akibat masalah finansial.
Berikut ini 10 tips yang bisa diterapkan agar kondisi keuangan rumah tangga tetap sehat dan hemat seperti dirangkum dari laman Sahabat Pegadaian.
1. Atur Alokasi Pendapatan dengan Tepat
Langkah awal dalam merancang keuangan rumah tangga adalah membagi penghasilan secara proporsional. Diskusikan bersama pasangan mengenai porsi yang ideal untuk kebutuhan pokok, tabungan, investasi, dan hiburan.
Kamu bisa menggunakan metode 50/30/20, yaitu 50 persen untuk kebutuhan utama seperti makanan, tagihan, dan tempat tinggal, 30 persen, untuk keinginan atau gaya hidup, dan 20 persen untuk tabungan dan investasi.
2. Rutin Mencatat Semua Pengeluaran
Mencatat pengeluaran membantu mengetahui ke mana uang pergi dan menghindari pengeluaran yang tidak disadari. Gunakan catatan manual, spreadsheet, atau aplikasi keuangan untuk mendokumentasikan seluruh transaksi, mulai dari biaya sekolah anak, tagihan rumah, belanja bulanan, hingga bensin. Kebiasaan ini akan membuat kamu lebih bijak dalam membuat keputusan finansial.
3. Tetapkan Skala Prioritas Kebutuhan
Saat merinci pengeluaran, buatlah daftar berdasarkan prioritas. Bedakan kebutuhan menjadi tiga kategori, yakni Primer yaitu kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal, listrik, dan air; Sekunder yaitu kebutuhan pendukung seperti pulsa, transportasi, dan langganan internet; dan Tersier kebutuhan pelengkap seperti hiburan atau barang mewah.
4. Bedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan
Kunci utama dari keuangan yang sehat adalah mampu membedakan antara kebutuhan (hal yang harus dipenuhi) dan keinginan (hal yang bisa ditunda). Misalnya, membayar biaya pendidikan anak adalah kebutuhan, sementara membeli gadget terbaru adalah keinginan. Mengendalikan keinginan akan membantu menjaga stabilitas keuangan.
5. Kurangi Belanja yang Kurang Penting
Evaluasi ulang kebiasaan belanja harian dan hindari membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Biasakan bertanya pada diri sendiri: “Apakah ini butuh atau hanya ingin?” Menahan diri dari pembelian impulsif bisa membantu meningkatkan dana yang bisa disisihkan untuk tabungan atau investasi.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
