Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Maret 2021 | 19.02 WIB

Ini Alasan Moody's Tarik Peringkat Barito Pacific

Foto layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (4/12/2020). Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) ditutup positif 126,82 poin (2,1 persen) pada level 6.104,89` pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: SALMAN TOYIBI/JA - Image

Foto layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (4/12/2020). Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) ditutup positif 126,82 poin (2,1 persen) pada level 6.104,89` pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: SALMAN TOYIBI/JA

JawaPos.com - Moody's Investor Service menarik peringkat atau rating yang diberikan kepada PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Moody's menyebutkan, penarikan tersebut karena terkait bisnis persroan. Meskipun demikian, penarikan rating bukan mencerminkan kondisi bisnis BRPT, melainkan hanya soal administratif.

Direktur Utama PT Barito Pacific Tbk, Agus Salim Pangestu menjelaskan, bahwa penarikan tersebut adalah atas permintaan mereka. Alasannya, perusahaan tidak memiliki surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat.

"Moody's menghentikan proses rating atas permintaan kami mengingat saat ini kami tidak menerbitkan obligasi dalam dolar Amerika Serikat," ujarnya dalam keterangannya, Rabu (17/3).

Agus menekankan, tidak dilanjutkannya proses rating ini tidak merubah peringkat rating yang ada. "Dapat kami sampaikan bahwa tidak ada perubahan atas rating maupun outlook yang disematkan Moody's kepada Barito, yaitu B1 dengan outlook stabil,” tuturnya.

Sebagai informasi, sebelumnya pada 3 Mei 2019 lalu, Moody's menyematkan peringkat B1 untuk Barito Pacific dengan outlook stabil. Selain itu, Moody's juga menyematkan peringkat B1 untuk obligasi global milik Barito. Obligasi tersebut akan dijamin oleh saham yang dimiliki di PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang memiliki peringkat utang Ba3 dengan outlook stabil.

Saat itu, peringkat B1 corporate family rating (CFR) milik Barito didukung oleh dua investasi saham perseroan di anak usaha yakni PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sebesar 46,26 persen dan Star Energy Group Holdings Pe Ltd. sebesar 66,7 persen.

Tidak hanya itu, peringkat perusahaan B1 juga mencerminkan struktur organisasi yang kompleks sebagai perusahaan induk untuk semua investasinya, tanpa arus kas operasional selain dividen dari dua anak perusahaan utamanya, Chandra Asri Petrochemical dan Star Energy.

https://youtu.be/sMBzVVxgWY4

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore