
Direktur Utama Mandiri Tunas Finance (MTF) Arya Suprihadi (kiri) dan Regional Manager MTF Regional VII Mardi Fahmi menunjukkan aplikasi mobile milik MTF.
JawaPos.com - Kendati penjualan kendaraan tahun ini diprediksi sama dengan 2018, perusahaan pembiayaan (leasing) kendaraan bermotor optimistis. Peluang untuk meningkatkan market share masih ada peluang. Beroperasinya sejumlah ruas tol baru bakal mendorong permintaan kendaraan khususnya di daerah-daerah.
"Tahun ini target kami sebesar Rp 29 triliun," sebut Direktur Utama Mandiri Tunas Finance (MTF) Arya Suprihadi.
Hal itu dikemukakannya di sela-sela acara penyambutan Tim MTF Road Show ke 10 kota di di Surabaya, Jumat (1/3) sore.
Tahun ini pembiayaan ditargettumbuh sekitar 8 persen, kalau dibandingkan realisasi 2018 yang sebesar Rp 26,9 triliun. Sementara pada 2017 membukukan pembiayaan Rp 22,2 triliun.
Pada tahun ini, MTF akan fokus bekerja sama dengan Bank Mandiri sebagai grup. Karena bank Mandiri memiliki customer ritel dan corporate yang cukup besar. "Dan itu akan menjadi salah satu sasaran," ucapnya. Selain itu memperluas kerja sama dengan diler kendaraan dari seluruh merek.
Lebih lanjut dikatakannya, pada 2019 Gaikindo memperkirakan penjualan kendaraan akan sama dengan 2018. Sementara diketahui, penjualan kendaraan mobil sekitar 70-80 dibiayai kredit. "Kalau volume akan tetap sama, bagaimana meningkatkan market share," ujarnya
Pada 2019, pihaknya melihat potensi yang besar dari bertambahnya infrastruktur jalan tol. "Kami lihat, ada peluang pertumbuhan di daerah, karena di kota besar seperti Jakarta sudah mulai macet dan beralih ke transportasi lain seperti online dan sebentar lagi MRT,'' tandasnya.
Di samping keberadaan jalan tol, alokasi APBN untuk pembangunan di daerah makin besar. Ditambah pertumbuhan segmen menengah yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara umum.
Kerja sama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) untuk pembiayaan kendaraan dengan sistem syariah juga turut mendorong bisnis pembiayaan MTF. Tercatat, produk BSM Oto hasil kerja samanya mampu membukukan Rp 1,4 triliun pada 2018 lalu. Pada 2017 sebesar Rp 212 miliar.
"Kami optomistis target Rp 2 triliun tahun ini tercapai karena sampai Februari sudah Rp 79 miliar," ungkapnya.
Pihaknya juga mengembangkan produk baru Cash Aja yang merupakan produk pembiayaan dengan jaminan kendaraan bermotor. Penggunaannya fleksibel, bisa untuk konsumtif atau produktif. Potensi dari existing customer besar
Regional Manager MTF Regional VII (Jawa Timur, Bali dan Nusra), Mardi Fahmi menambahkan pada 2018 lalu, realisasi penyaluran pembiayaan tumbuh 17,8 persen dibandingkan 2017, atau sebesar Rp 2,8 triliun. Pada tahun ini, dia menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan mencapai Rp 3,4 triliun, atau tumbuh 22 persen.
Strategi yang ditempuh tidak jauh berbeda dengan nasional. "Maret nanti akan ada kegiatan otomotif besar yang akan digelar di Surabaya, yakni kegiatan GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show. Kami akan manfaatkan itu untuk dorong pertumbuhan," urainya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
