Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Maret 2019 | 22.16 WIB

Jakarta Makin Macet, Leasing Kendaraan Lirik Peluang di Daerah

Direktur Utama Mandiri Tunas Finance (MTF) Arya Suprihadi (kiri) dan Regional Manager MTF Regional VII Mardi Fahmi menunjukkan aplikasi mobile milik MTF. - Image

Direktur Utama Mandiri Tunas Finance (MTF) Arya Suprihadi (kiri) dan Regional Manager MTF Regional VII Mardi Fahmi menunjukkan aplikasi mobile milik MTF.

JawaPos.com - Kendati penjualan kendaraan tahun ini diprediksi sama dengan 2018, perusahaan pembiayaan (leasing) kendaraan bermotor optimistis. Peluang untuk meningkatkan market share masih ada peluang. Beroperasinya sejumlah ruas tol baru bakal mendorong permintaan kendaraan khususnya di daerah-daerah.


"Tahun ini target kami sebesar Rp 29 triliun," sebut Direktur Utama Mandiri Tunas Finance (MTF) Arya Suprihadi.


Hal itu dikemukakannya di sela-sela acara penyambutan Tim MTF Road Show ke 10 kota di di Surabaya, Jumat (1/3) sore.


Tahun ini pembiayaan ditargettumbuh sekitar 8 persen, kalau dibandingkan realisasi 2018 yang sebesar Rp 26,9 triliun. Sementara pada 2017 membukukan pembiayaan Rp 22,2 triliun.


Pada tahun ini, MTF akan fokus bekerja sama dengan Bank Mandiri sebagai grup. Karena bank Mandiri memiliki customer ritel dan corporate yang cukup besar. "Dan itu akan menjadi salah satu sasaran," ucapnya. Selain itu memperluas kerja sama dengan diler kendaraan dari seluruh merek.


Lebih lanjut dikatakannya, pada 2019 Gaikindo memperkirakan penjualan kendaraan akan sama dengan 2018. Sementara diketahui, penjualan kendaraan mobil sekitar 70-80 dibiayai kredit. "Kalau volume akan tetap sama, bagaimana meningkatkan market share," ujarnya


Pada 2019, pihaknya melihat potensi yang besar dari bertambahnya infrastruktur jalan tol. "Kami lihat, ada peluang pertumbuhan di daerah, karena di kota besar seperti Jakarta sudah mulai macet dan beralih ke transportasi lain seperti online dan sebentar lagi MRT,'' tandasnya.


Di samping keberadaan jalan tol, alokasi APBN untuk pembangunan di daerah makin besar. Ditambah pertumbuhan segmen menengah yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara umum.


Kerja sama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) untuk pembiayaan kendaraan dengan sistem syariah juga turut mendorong bisnis pembiayaan MTF. Tercatat, produk BSM Oto hasil kerja samanya mampu membukukan Rp 1,4 triliun pada 2018 lalu. Pada 2017 sebesar Rp 212 miliar.


"Kami optomistis target Rp 2 triliun tahun ini tercapai karena sampai Februari sudah Rp 79 miliar," ungkapnya.


Pihaknya juga mengembangkan produk baru Cash Aja yang merupakan produk pembiayaan dengan jaminan kendaraan bermotor. Penggunaannya fleksibel, bisa untuk konsumtif atau produktif. Potensi dari existing customer besar


Regional Manager MTF Regional VII (Jawa Timur, Bali dan Nusra), Mardi Fahmi menambahkan pada 2018 lalu, realisasi penyaluran pembiayaan tumbuh 17,8 persen dibandingkan 2017, atau sebesar Rp 2,8 triliun. Pada tahun ini, dia menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan mencapai Rp 3,4 triliun, atau tumbuh 22 persen.


Strategi yang ditempuh tidak jauh berbeda dengan nasional. "Maret nanti akan ada kegiatan otomotif besar yang akan digelar di Surabaya, yakni kegiatan GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show. Kami akan manfaatkan itu untuk dorong pertumbuhan," urainya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore