Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Mei 2024 | 19.14 WIB

Orang Tua Korban Kecelakaan Bus Putera Fajar, Saya Hanya Ingin Tahu Kenapa Anak Saya Jadi Korban Tragedi Ini

Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono (kedua kiri) memberikan santunan secara simbolis kepada ahli waris korban kecelakaan bus di SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat, Senin (13/5/2024). - Image

Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono (kedua kiri) memberikan santunan secara simbolis kepada ahli waris korban kecelakaan bus di SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat, Senin (13/5/2024).

Rosdiana, satu di antara 11 ahli waris korban kecelakaan Bus Putera Fajar, hanya bisa mengharapkan apa yang tak mungkin bisa diharapkan lagi: berkumpul bersama sang anak. Selain para korban meninggal, Jasa Raharja juga menjamin pengobatan korban luka berat dan ringan.

ALDY RAMA-FEBRY FERDIAN, Depok

---

ROSDIANA tentu sama sekali tak bermaksud tidak menghargai santunan yang dia terima kemarin (13/5). Namun, yang ada di benaknya saat ini hanya kenangan tentang sang anak yang tak akan pernah dia temui lagi, Mahesya Putra.

Siswa SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat, itu menjadi satu di antara 11 korban meninggal dalam kecelakaan bus Putera Fajar pada Sabtu (11/5) malam di Ciater, Subang. Bus tersebut mengangkut rombongan SMK Lingga Kencana yang baru menjalani rangkaian perpisahan di Bandung.

Kemarin, Rosdiana bersama 10 ahli waris lainnya menerima santunan kematian dari PT Jasa Marga dan Pemkot Depok dengan didampingi perwakilan sekolah dan yayasan yang membawahkan sekolah. Secara simbolis, santuna itu diserahkan Dirut PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono, Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana, serta Asisten Ekonomi dan Pembangunan pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok M. Fitriawan yang mewakili wali kota Depok.

’’Terima kasih banyak atas bantuannya, tapi kami tidak mengharapkan bantuan ini. Yang kami harapkan hanya kumpul bersama anak kami. Tapi, apa boleh buat, harapan itu tidak akan pernah terjadi,’’ tutur Rosdiana seraya menitikkan air mata.

Tidak ada ahli waris yang tak menangis dalam penyerahan santunan kemarin. Rivan menyampaikan duka mendalam atas kejadian di Ciater tersebut. ’’Santunan yang diberikan ini merupakan tanggung jawab kami terhadap seluruh korban,’’ katanya.

Di wilayah Depok, ada 10 ahli waris yang menerima santunan. Satu ahli waris lainnya merupakan warga Subang. ’’Santunan meninggal dunia sebesar Rp 50 juta. Yang meninggal 10 di antaranya ada di Depok, 9 siswa dan 1 guru, sedangkan satu lagi warga Subang. Totalnya 11 korban,’’ jelas Rivan.

Selain memberikan santunan kepada korban jiwa, pihaknya juga memastikan pengobatan luka berat maupun ringan dilakukan secara maksimal dengan jaminan dari Jasa Raharja. Jumlahnya puluhan. ’’Korban luka-luka juga menjadi tanggung jawab kami, dan kami akan memantau perkembangan kesehatan mereka. Sebab, anak-anak ini adalah generasi masa depan bangsa yang harus kita jaga,’’ ungkapnya.

Korban luka-luka kini berada di RS UI dan RS Brimob Kelapa Dua. Mereka sedang menjalani perawatan atas jaminan dari PT Jasa Raharja. ’’Tentu kami berterima kasih kepada seluruh pihak, terutama Pemkot Depok, karena kami melihat tindakan yang dilakukan ini luar biasa,’’ lanjut Rivan.

Pasalnya, Pemkot Depok bergerak cepat untuk turun tangan mengirimkan ambulans. Sehingga seluruh korban luka-luka bisa langsung dievakuasi ke Depok. Jadi, tidak jauh dari sanak keluarga.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Ekonomi dan Pembangunan pada Setda Kota Depok M. Fitriawan menyatakan, Pemkot Depok telah memberikan santunan kepada ahli waris masing-masing Rp 10 juta. ’’Kemudian, semua administrasi diselesaikan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Depok, seperti akta kematian dan lainnya,’’ imbuh M. Fitriawan.

Bagi Rosdiana, secara pribadi dirinya tidak ingin menuntut banyak. Dia hanya ingin tahu kenapa tragedi itu bisa terjadi hingga menimpa Mahesya Putra. ’’Dia itu anak pertama yang saya sayang. Harapan dia setelah lulus itu bisa lanjut bekerja, membantu perekonomian keluarga, memberi uang kepada ibunya. Namun, semua pupus sudah,’’ ungkapnya. (*/c18/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore