
MANAJEMEN KARIER: Prof Ibnu Sina Chandranegara di Perpustakaan Umum Universitas Muhammadiyah Jakarta (12/7).
’’Saya studi S-1 selesai di usia 20 tahun, studi S-2 selesai di usia 22 tahun, dan studi S-3 selesai di usia 27 tahun,’’ jelasnya.
Terlebih, pada saat bersamaan, studi yang dia tempuh juga tidak menggunakan beasiswa sehingga otomatis membutuhkan upaya lebih.
’’Waktu tidur saya juga jelas berkurang, mungkin hanya tiga sampai empat jam selama 10 tahun terakhir,’’ ucapnya.
Bagi yang ingin mengikuti jejak menjadi guru besar di usia muda, Ibnu Sina membagikan empat tips. Pertama, manajemen karier yang konsisten, perbanyak membuat karya ilmiah, selalu produktif menulis jurnal, dan atur rencana strategis secara jangka panjang.
Kombinasi empat tips tersebut dia contohkan seperti saat menulis jurnal. Jurnal tidak hanya harus ditulis secara baik isi dan gaya penulisannya. Tapi juga kudu ditulis waktu yang tepat.
"Menjadi guru besar tidak hanya tentang kecerdasan, tetapi juga tentang strategi. Misalnya ketika liburan kuliah atau akhir tahun, saat orang-orang Eropa sedang libur musim dingin, kita manfaatkan untuk menulis jurnal sehingga saingannya berkurang,” katanya.
Begitu pula ketika menjadi narasumber acara, lanjut dia, jangan hanya buat Power Point. Tapi, esai 5–7 halaman. "Ketika itu konsisten dilakukan, mimpi yang kita rancang bisa tercapai," tuturnya.
Setelah berhasil mencapai posisinya saat ini, dia pun mengaku akan banyak melakukan introspeksi dan mengatur ritme. Sebab, menurut dia, jika yang diharapkan adalah jabatan di ranah akademik, dia telah mencapai titik puncak.
Di sisi lain, tidak ada jabatan publik yang dapat diemban orang yang berusia 33–35 tahun. Sebagian besar jabatan publik itu diatur dengan batas minimum usia 40 tahun.
"Berarti hal yang penting untuk dipahami adalah saya ingin menggunakan waktu yang ada untuk lebih melakukan aktualisasi diri. Lebih bebas dan lebih menikmati waktu yang ada untuk persiapan kematangan di masa akan datang,” katanya. (*/c7/ttg)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
