
CARA BARU: KBO Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Satriyono (kanan) mempraktikkan hipnosis kepada Brigadir Yeri Antoni di Kantor Satgas Colombo, Rabu (3/5).
Satriyono mulai mempelajari hipnosis sekitar satu tahun terakhir. Ilmu itu sering dipakai untuk menunjang tugas sebagai polisi. Mulai menekan angka kecelakaan sampai membantu mengungkap kejahatan.
HASTI EDI SUDRAJAT, Surabaya
BRIGADIR Yeri Antoni sekilas terlihat sadar. Namun, dia kebingungan saat diminta keluar ruangan. Dengan datar, dia berujar tidak melihat pintu, padahal ada di dekatnya.
AKP Satriyono di depannya lantas menjentikkan jari. Meminta Yeri kembali sadar seperti sebelum mendapat sugesti dia tidak bisa keluar ruangan darinya. Yeri pun mengetahui adanya pintu saat diminta keluar.
’’Hanya perlu hitungan detik untuk bisa masuk ke alam bawah sadar seseorang seperti tadi,” kata Satriyono kepada Jawa Pos.
KBO Satlantas Polrestabes Surabaya tersebut mulai mempelajari teknik hipnosis sekitar setahun yang lalu. Satriyono saat itu ditawari belajar oleh temannya yang sudah ahli. Dia tertarik setelah tahu dampaknya bisa menghilangkan trauma seseorang.
Bukan tanpa alasan. Pada saat bersamaan, anaknya yang menekuni olahraga panahan mengalami trauma. Dia kapok ikut lomba karena pernah gagal total.
’’Dapat skor rendah sekali,” ungkapnya. ’’Jadi, tidak mau ikut lomba lagi. Memegang busur untuk latihan saja tidak mau,” sambungnya.
Satriyono mendengarkan dengan tekun penjelasan teknis dasar hipnosis dari temannya. Dua jam berlalu. Dia diminta mengaplikasikan ke diri sendiri. ’’Kebetulan saya juga punya memori tentang suatu hal yang perlu dibuang,” jelasnya.
Di luar dugaan, hipnosis ke diri sendiri itu berhasil. Satriyono merasa lebih plong setelah melupakan masalahnya. Dia pun lebih percaya diri untuk mempraktikkan hipnosis yang dipelajarinya kepada anggota. Misalnya, memberi sugesti agar matanya ditutup, tetapi sulit untuk dibuka. ’’Kalau tahu tekniknya, ternyata bisa,” terangnya.
Satriyono kemudian mengaplikasikan keahliannya kepada sang anak. Menurut dia, secara bertahap trauma yang diderita akhirnya bisa hilang. ’’Harus beberapa kali karena traumanya lumayan,” katanya.
Menurut dia, hipnosis bisa diterapkan kepada semua orang. Namun, tidak semua akan langsung berhasil. Sebab, alam bawah sadar pasti menolak ketika sugesti yang didapat dianggap berbahaya dan bisa membuat malu. ’’Bisa berhasil kalau diberi sugesti terus-menerus,” ujarnya.
Konsep itu, jelas dia, biasa diaplikasikan teroris dalam bom bunuh diri. Orang yang membawa bom sebenarnya sadar. Namun, alam bawah sadarnya sudah dikendalikan orang lain. ’’Dijanjikan bakal syahid dan masuk surga sehingga menurut,” ujarnya.
Satriyono menuturkan, hipnosis adalah seni berkomunikasi untuk masuk ke alam bawah sadar. Kunci utamanya rasa percaya diri dari orang yang menerapkan. Ditambah fokus penerima sugesti harus baik. ’’Jadi, siapa saja bisa menjadi objek. Bahkan orang yang sudah ahli sekalipun,” sebutnya.
Dia mengambil contoh sederhana dari ilmu hipnosis saat ada yang bertamu. Ketika tuan rumah mengajak meminum suguhan, tamu yang fokus otomatis akan ikut mengambil cangkir. Menurut Satriyono, secara tidak langsung sebenarnya alam bawah sadar tamu sudah dipengaruhi tuan rumah.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
