Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Mei 2023 | 14.48 WIB

Mengenal AKP Satriyono, Polisi dari Satlantas Polrestabes Surabaya yang Ahli Hipnosis

CARA BARU: KBO Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Satriyono (kanan) mempraktikkan hipnosis kepada Brigadir Yeri Antoni di Kantor Satgas Colombo, Rabu (3/5). - Image

CARA BARU: KBO Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Satriyono (kanan) mempraktikkan hipnosis kepada Brigadir Yeri Antoni di Kantor Satgas Colombo, Rabu (3/5).

Satriyono mulai mempelajari hipnosis sekitar satu tahun terakhir. Ilmu itu sering dipakai untuk menunjang tugas sebagai polisi. Mulai menekan angka kecelakaan sampai membantu mengungkap kejahatan.

HASTI EDI SUDRAJAT, Surabaya

BRIGADIR Yeri Antoni sekilas terlihat sadar. Namun, dia kebingungan saat diminta keluar ruangan. Dengan datar, dia berujar tidak melihat pintu, padahal ada di dekatnya.

AKP Satriyono di depannya lantas menjentikkan jari. Meminta Yeri kembali sadar seperti sebelum mendapat sugesti dia tidak bisa keluar ruangan darinya. Yeri pun mengetahui adanya pintu saat diminta keluar.

’’Hanya perlu hitungan detik untuk bisa masuk ke alam bawah sadar seseorang seperti tadi,” kata Satriyono kepada Jawa Pos.

KBO Satlantas Polrestabes Surabaya tersebut mulai mempelajari teknik hipnosis sekitar setahun yang lalu. Satriyono saat itu ditawari belajar oleh temannya yang sudah ahli. Dia tertarik setelah tahu dampaknya bisa menghilangkan trauma seseorang.

Bukan tanpa alasan. Pada saat bersamaan, anaknya yang menekuni olahraga panahan mengalami trauma. Dia kapok ikut lomba karena pernah gagal total.

’’Dapat skor rendah sekali,” ungkapnya. ’’Jadi, tidak mau ikut lomba lagi. Memegang busur untuk latihan saja tidak mau,” sambungnya.

Satriyono mendengarkan dengan tekun penjelasan teknis dasar hipnosis dari temannya. Dua jam berlalu. Dia diminta mengaplikasikan ke diri sendiri. ’’Kebetulan saya juga punya memori tentang suatu hal yang perlu dibuang,” jelasnya.

Di luar dugaan, hipnosis ke diri sendiri itu berhasil. Satriyono merasa lebih plong setelah melupakan masalahnya. Dia pun lebih percaya diri untuk mempraktikkan hipnosis yang dipelajarinya kepada anggota. Misalnya, memberi sugesti agar matanya ditutup, tetapi sulit untuk dibuka. ’’Kalau tahu tekniknya, ternyata bisa,” terangnya.

Satriyono kemudian mengaplikasikan keahliannya kepada sang anak. Menurut dia, secara bertahap trauma yang diderita akhirnya bisa hilang. ’’Harus beberapa kali karena traumanya lumayan,” katanya.

Menurut dia, hipnosis bisa diterapkan kepada semua orang. Namun, tidak semua akan langsung berhasil. Sebab, alam bawah sadar pasti menolak ketika sugesti yang didapat dianggap berbahaya dan bisa membuat malu. ’’Bisa berhasil kalau diberi sugesti terus-menerus,” ujarnya.

Konsep itu, jelas dia, biasa diaplikasikan teroris dalam bom bunuh diri. Orang yang membawa bom sebenarnya sadar. Namun, alam bawah sadarnya sudah dikendalikan orang lain. ’’Dijanjikan bakal syahid dan masuk surga sehingga menurut,” ujarnya.

Satriyono menuturkan, hipnosis adalah seni berkomunikasi untuk masuk ke alam bawah sadar. Kunci utamanya rasa percaya diri dari orang yang menerapkan. Ditambah fokus penerima sugesti harus baik. ’’Jadi, siapa saja bisa menjadi objek. Bahkan orang yang sudah ahli sekalipun,” sebutnya.

Dia mengambil contoh sederhana dari ilmu hipnosis saat ada yang bertamu. Ketika tuan rumah mengajak meminum suguhan, tamu yang fokus otomatis akan ikut mengambil cangkir. Menurut Satriyono, secara tidak langsung sebenarnya alam bawah sadar tamu sudah dipengaruhi tuan rumah.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore