Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 April 2023 | 14.48 WIB

Lebih Dekat dengan Tim Dekorasi DLH yang Percantik Tata Kota Surabaya

DESAINER PEMKOT: Tim dekorasi DLH memasang miniatur masjid di depan Balai Pemuda untuk menyambut Idul Fitri. - Image

DESAINER PEMKOT: Tim dekorasi DLH memasang miniatur masjid di depan Balai Pemuda untuk menyambut Idul Fitri.

Berbagai pernak-pernik lampu dekorasi menghiasi jalanan dan sudut-sudut Kota Surabaya. Pekerjaan kreatif itu bukan digarap pihak ketiga seperti yang selama ini orang kira. Dinas lingkungan hidup (DLH) memiliki divisi khusus yang tugasnya membuat metropolis lebih estetis.

GALIH ADI PRASETYO, Surabaya

DI bengkel serba-ada, Jalan Tapak Siring, satgas yang bernaung di bawah DLH tidak pernah sepi pekerjaan. Namun, bukan perkara kebersihan yang diurusi di sana. Melainkan membuat dekorasi untuk menghiasi kota.

Ya, bidang dekorasi tersebut memiliki tugas untuk memperindah kota. Dalam bidang dekorasi, ada seksi yang berbeda lagi. Mulai dekorasi taman, PJU, air mancur, tim mainan, taman mini, hingga tim kreatif.

Jangan dikira yang dilakukan bidang itu pekerjaan mudah. Yang lebih banyak bekerja justru otak kanan. Sebab, semuanya adalah proses kreasi.

’’Kalau anggota saat ini total ada 65 orang. Kami memproduksi banyak dekorasi ya. Mulai pot, lampu hias kota, dan lampion.

Juga dekorasi untuk hari besar keagamaan,’’ ujar Subkoordinator Dekorasi Kota DLH Arum Safitri Rahayu.

Ya, program baru untuk dekorasi kota sedang dijalankan saat ini. Pada perayaan hari besar keagamaan, dekorasi tata kota bakal diganti dan disesuaikan dengan kepercayaan yang sedang dirayakan.

Misalnya, Nyepi. Pemkot membuat penjor hingga miniatur pura di Balai Kota Surabaya dan Alun-Alun Surabaya. Selain sebagai bentuk ucapan, hal itu menjadi sarana berfoto dan ber-selfie.

Tim dekorasi yang selama ini ada di balik layar. Salah satu orang kreatif itu adalah Sugiharto. Pria kelahiran Bojonegoro tersebut adalah satu di antara banyak orang yang sudah berkecimpung lama di dunia dekorasi kota. Mulai zaman Bu Risma hingga Mas Eri yang sekarang memimpin.

Siho, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa butuh waktu berminggu-minggu untuk menyiapkan dekorasi tematik hari keagamaan. Semua dinilai dengan proses gambar. Gambaran mentah itu kemudian dikoreksi bersama.

’’Bisa 3–4 minggu. Bergantung kerumitan dan desain seperti apa,’’ katanya. Setelah final, desain tersebut akan berhenti di meja wali kota Surabaya untuk di-acc. Itu belum garis finisnya, terkadang ada revisi lagi yang harus dilakukan.

Tidak mau salah kaprah, ada kebiasaan yang dilakukan sebelum semua komponen dekorasi dibuat. Tim dekorasi berkonsultasi dulu dengan pemuka agama yang akan dirayakan hari besarnya. Mereka akan mengecek secara detail setiap bagian yang hendak dibuat.

Misalnya, saat membuat dekorasi Nyepi, ternyata penjor Bali dan Jawa itu berbeda. Dekor Bali ditambahi padi dan lainnya. Dari situ, kami tahu dan selalu berkonsultasi sebelum dekorasi keagamaan jadi.

’’Bagaimanapun, desain yang kami buat itu membawa nama Surabaya. Karena itu, jangan sampai ada kesalahan. Komunitas keagamaan pun kami ajak untuk melihat apa yang akan kami buat,’’ ujar Siho. (*/c7/git)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore