
DESAINER PEMKOT: Tim dekorasi DLH memasang miniatur masjid di depan Balai Pemuda untuk menyambut Idul Fitri.
Berbagai pernak-pernik lampu dekorasi menghiasi jalanan dan sudut-sudut Kota Surabaya. Pekerjaan kreatif itu bukan digarap pihak ketiga seperti yang selama ini orang kira. Dinas lingkungan hidup (DLH) memiliki divisi khusus yang tugasnya membuat metropolis lebih estetis.
GALIH ADI PRASETYO, Surabaya
DI bengkel serba-ada, Jalan Tapak Siring, satgas yang bernaung di bawah DLH tidak pernah sepi pekerjaan. Namun, bukan perkara kebersihan yang diurusi di sana. Melainkan membuat dekorasi untuk menghiasi kota.
Ya, bidang dekorasi tersebut memiliki tugas untuk memperindah kota. Dalam bidang dekorasi, ada seksi yang berbeda lagi. Mulai dekorasi taman, PJU, air mancur, tim mainan, taman mini, hingga tim kreatif.
Jangan dikira yang dilakukan bidang itu pekerjaan mudah. Yang lebih banyak bekerja justru otak kanan. Sebab, semuanya adalah proses kreasi.
’’Kalau anggota saat ini total ada 65 orang. Kami memproduksi banyak dekorasi ya. Mulai pot, lampu hias kota, dan lampion.
Juga dekorasi untuk hari besar keagamaan,’’ ujar Subkoordinator Dekorasi Kota DLH Arum Safitri Rahayu.
Ya, program baru untuk dekorasi kota sedang dijalankan saat ini. Pada perayaan hari besar keagamaan, dekorasi tata kota bakal diganti dan disesuaikan dengan kepercayaan yang sedang dirayakan.
Misalnya, Nyepi. Pemkot membuat penjor hingga miniatur pura di Balai Kota Surabaya dan Alun-Alun Surabaya. Selain sebagai bentuk ucapan, hal itu menjadi sarana berfoto dan ber-selfie.
Tim dekorasi yang selama ini ada di balik layar. Salah satu orang kreatif itu adalah Sugiharto. Pria kelahiran Bojonegoro tersebut adalah satu di antara banyak orang yang sudah berkecimpung lama di dunia dekorasi kota. Mulai zaman Bu Risma hingga Mas Eri yang sekarang memimpin.
Siho, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa butuh waktu berminggu-minggu untuk menyiapkan dekorasi tematik hari keagamaan. Semua dinilai dengan proses gambar. Gambaran mentah itu kemudian dikoreksi bersama.
’’Bisa 3–4 minggu. Bergantung kerumitan dan desain seperti apa,’’ katanya. Setelah final, desain tersebut akan berhenti di meja wali kota Surabaya untuk di-acc. Itu belum garis finisnya, terkadang ada revisi lagi yang harus dilakukan.
Tidak mau salah kaprah, ada kebiasaan yang dilakukan sebelum semua komponen dekorasi dibuat. Tim dekorasi berkonsultasi dulu dengan pemuka agama yang akan dirayakan hari besarnya. Mereka akan mengecek secara detail setiap bagian yang hendak dibuat.
Misalnya, saat membuat dekorasi Nyepi, ternyata penjor Bali dan Jawa itu berbeda. Dekor Bali ditambahi padi dan lainnya. Dari situ, kami tahu dan selalu berkonsultasi sebelum dekorasi keagamaan jadi.
’’Bagaimanapun, desain yang kami buat itu membawa nama Surabaya. Karena itu, jangan sampai ada kesalahan. Komunitas keagamaan pun kami ajak untuk melihat apa yang akan kami buat,’’ ujar Siho. (*/c7/git)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
