
INOVATIF: Michelle Tiffany Laowo (tiga dari kiri), ketua kelompok peneliti SMA Negeri 21 Surabaya, bersama guru pendamping Budi Santoso (baju putih) memperlihatkan kubus inkubator sebagai sarana mempercepat fermentasi tempe dengan menggunakan genre musik
Umumnya, rentang waktu fermentasi kedelai menjadi tempe cukup lama. Berkisar 36 hingga 38 jam. Tapi, di tangan para siswa SMA Negeri (SMAN) 21 Surabaya, proses tersebut menjadi singkat. Hanya empat jam dengan menggunakan inkubator dan musik rock.
AZAMI RAMADHAN, Surabaya
SEKILAS dari luar, kubus ukuran sedang itu biasa saja. Tak ada yang istimewa. Tapi, setelah membuka dan mengetahui isinya, muncul banyak pertanyaan. Pembahasan fungsi dan kegunaan alat dalam kubus pun memerlukan waktu tidak sebentar.
Komposisi benda dalam kubus tertata rapi. Bagian dalam kubus dilapisi spons kuning. Membuat kubus kedap suara. Lalu, ada dua tingkat rak minimalis. Terdapat juga termometer, sound level meter, dua lampu, exhaust fan kecil, dan loudspeaker. ’’Ini alat yang kami gunakan untuk mempercepat fermentasi kedelai jadi tempe,’’ kata Michelle Tiffany Laowo, ketua kelompok peneliti, kemarin (21/9).
Sembari memperlihatkan kubus ajaib itu, Michelle menceritakan bahwa sebelumnya tim juga menguji kedelai menjadi tempe dengan dua instrumen musik berbeda.
Yakni, memakai classic instrument dan rock instrument.
Hasilnya, rentang waktu fermentasi antara keduanya selisih 5 jam. Lebih cepat dengan instrumen musik rock. Sebab, lagu dari band As Blood Runs Black dengan judul Air Force One itu memiliki frekuensi lebih besar, 258–3.273 hz, dibandingkan instrumen musik klasik dari Ludwig van Beethoven dengan frekuensi kisaran 129–1.270 hz. Dengan temperatur sama, 37 derajat Celsius. ’’Ini yang membuat kami dapat gold medal, Juli lalu di UI,’’ ungkapnya. Yakni, di ajang World Science, Environment, and Engineering Competition (WSEEC) 2022 UI, Salemba.
Poin penting dalam penelitian itu ada pada frekuensi. Sejalan dengan judul penelitian mereka, Thect Fregesio atau The Effect of Frequency Range on Fungal Growth on Fermented Tempe. Dalam melakukan penelitian, kelompok yang beranggota Christine Aulina Anugrah, Nael Nahdiyah Azzahra, Muhammad Labib Abyan, Tirta Ayu Ningrum, dan Muhammad Faishal itu juga berkonsultasi dengan penikmat musik.
Kini, mereka bersiap mengikuti perlombaan di Malaysia bulan ini. Penelitiannya tetap sama, tapi menyertakan frekuensi dengan tiga genre musik berbeda. Mulai slow rock, medium rock, hingga heavy metal.
’’Itu yang tengah kami teliti. Hasilnya sudah keluar. Slow rock itu 4 jam fermentasi. Medium rock dan heavy metal lebih lama. Selisih sejam saja,’’ kata siswi kelas XI IPA tersebut. Penelitian itu diberi judul i-RoF (The Influence of Rock Music Instruments on The Rate of Tempe Fermentation Using Slow Rock, Medium Rock, and Heavy Metal).
Salah satu kesan yang membuat mereka bangga saat kompetisi itu adalah melihat penguji terperangah. Para penguji juga bukan sembarang orang. Para profesor itu takjub dengan upaya para siswa tersebut. ’’Iya kaget. Itu juga yang buat kami harus lebih bisa ke depan,’’ ungkapnya.
Sementara itu, guru pembimbing penelitian Budi Santoso mengapresiasi apa yang telah ditorehkan anak didiknya. Menurut dia, butuh komitmen kuat dalam setiap penelitiannya. ’’Anak-anak ini bisa. Apalagi, tim ini heterogen. Ada yang berasal dari kelas bahasa juga, nggak hanya IPA,’’ kata guru biologi itu.
Budi menuturkan, dalam kompetisi di Malaysia nanti, pihaknya membawa empat penelitian dan tim berbeda. ’’(Kompetisi) ini bergengsi. Ada 22 negara yang ikut. Semoga pulang bawa kebanggaan,’’ sambung guru yang juga menjabat ketua MGMP Biologi Jawa Timur tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
