alexametrics
Hidup dan Perjalanan Didi Kempot (13)

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan

Karena Dia Berhasil Menerabas Semua Batasan
20 Mei 2020, 15:55:28 WIB

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden.

T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU P., Jakarta, Jawa Pos

BIASANYA di tiap konser, Didi Kempot bertanya ke penonton, ’’Mau lagu apa?’’ Tapi, tidak malam itu.

Ada permintaan dia menyanyikan ’’Bojo Galak’’. Tapi, maestro campursari itu mengelak. Tentu bukan karena tidak siap. Sebab, lagu tersebut salah satu yang rutin dibawakan tiap kali tampil.

Ada alasan lain yang lebih ’’esensial’’. ’’Mas Didi nggak berani, takut sama Pak (Presiden) Jokowi. Pak Jokowi sampai terpingkal-pingkal mendengarnya,’’ kenang Ganjar Pranowo, gubernur Jawa Tengah.

Pada 29 Agustus tahun lalu itu, Ganjar dan Jokowi tengah menonton wayang di Alun-Alun Purworejo, Jawa Tengah. Didi Kempot menjadi bintang tamunya. Nah, di sela-sela acara, mereka bertiga berbincang santai diselingi gelak tawa.

Seperti lagu-lagunya yang sukses menembus berbagai demarkasi pendengar musik, persahabatannya pun membentang luas dari berbagai kalangan. Didi tak pernah pandang bulu dalam bersahabat.

Kepopulerannya tak pernah membuatnya tercerabut dari akar. Mulai mereka yang ada di tepian jalan sampai mereka yang ada di mahameru kekuasaan.

Suatu hari, tutur M. Nabil Haroen, salah seorang sahabat Didi, penyanyi kelahiran Solo itu tengah nongkrong di sebuah warung di Pekalongan, Jawa Tengah. Datanglah seorang pengamen. Didi pun langsung meminjam gitar si pengamen.

’’Dan Mas Didi pun santai gitaran memainkan lagu-lagunya,’’ kata Nabil, ketua umum PP Pencak Silat Nahdlatul Ulama (NU) Pagar Nusa yang juga seorang legislator.

Dalam setiap konser yang kebetulan dihadiri Nabil, Didi selalu mengundang teman-teman lama dari masa-masa sulit. Tak lupa dia juga selalu memberikan hadiah kepada mereka.

Karena pembawaannya yang bersahaja itu pula, tak sedikit yang menganggap Didi sebagai ’’konco dewe (teman sendiri)’’ kendati tak pernah bertemu secara fisik. Juga, kendati tak paham bahasa Jawa.

Ganda Cipta, seorang jurnalis di Padang, Sumatera Barat, misalnya, selalu menikmati menonton rekaman penampilan Didi di YouTube.

’’Seru lihat ekspresi dan jogetan mereka yang datang di konser Didi Kempot,’’ katanya kepada Jawa Pos melalui aplikasi WhatsApp.

Bagaimana dengan problem bahasa? ’’Gampang, kan tinggal di-Google saja,’’ kata pria Minang itu.

Saking akrabnya dengan lagu-lagu Didi yang berbahasa Jawa itu, April lalu Ganda mengaku berniat membeli paket ayam goreng di sebuah franchise. Gara-garanya di paket itu termasuk CD penyanyi legendaris tersebut.

’’Sayangnya, pas saya kadung order melalui layanan ojek online, CD itu sudah habis dan diganti dua CD lain,’’ katanya.

Lagu-lagu Didi memang berangkat dari pengalaman keseharian. Patah hati dan kerinduan yang dia tulis adalah patah hati dan kerinduan orang-orang, meminjam istilah novelis Eka Kurniawan, ’’blangsak’’. Orang-orang kebanyakan.

Dia tumbuh dan selalu berada di antara yang kebanyakan itu. Tanpa berpretensi untuk membidik kelas tertentu. Tapi, kalau ternyata kemudian karya-karyanya nyantol di telingga para penggede, bukan salah bunda mengandung, bukan? Toh tidak ada yang berubah dari Didi meski dia mengenal baik presiden, gubernur, menteri, bupati, wali kota, atau para jenderal.

Tak lantas pula dia menjadi penyokong pihak tertentu atau hanya dekat dengan sejumlah partai. Dia bersahabat dengan semuanya.

Menurut Ganjar, biasanya ada sekelompok orang yang hanya menyukai aliran musik tertentu. ’’Dalam bermusik, biasanya orang mengatakan, saya berpendidikan tinggi, tidak suka musik seperti ini. Batasan-batasan itu semua disasak habis oleh Didi Kempot,’’ kata Ganjar di sela menghadiri pemakaman Didi di Ngawi.

Selain pas wayangan tadi, Jokowi sudah beberapa kali menonton penampilan Didi. Misalnya pada 10 Januari lalu di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Saat itu Jokowi hadir bersama Wapres Ma’ruf Amin. Keduanya menyaksikan performa penyanyi berjuluk The Godfather of Broken Heart itu bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Momen terakhir adalah Konser Amal dari Rumah Didi Kempot pada 11 April lalu. Saat itu presiden mengapresiasi inisiatif Didi lewat sambungan telepon. ’’Mas Didi Kempot bagus, menganjurkan sobat ambyarnya untuk tidak mudik tahun ini,’’ ujar Jokowi.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar juga dikenal dekat dengan Didi. Saat PKB dan Fraksi PKB di DPR ulang tahun tahun lalu, mereka nanggap Didi di dua tempat berbeda di Jakarta.

Cak Imin, sapaan akrab Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, mengaku dirinya terakhir bertemu dengan Didi sekitar tiga bulan lalu saat menghadiri acara pernikahan di Kendal, Jawa Tengah. Kala itu Didi diundang untuk menghibur para undangan.

’’PKB termasuk yang menggebrak kebangkitan Didi di Jakarta,’’ terang Cak Imin.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo bahkan tak cuma akrab dengan Didi, tapi juga dengan ayah dan semua saudara-saudaranya. Rudy, sapaan akrab F.X. Hadi Rudyatmo, juga sempat diajak tampil dalam video lagu ’’Ojo Mudik’’, video terakhir yang dirilis Didi.

’’Mas Didi itu penyanyi yang bersahaja, tidak pernah memikirkan materi,’’ katanya.

Konon banyak juga kepala daerah yang melobi Didi untuk dibuatkan lagu tentang wilayah yang mereka pimpin. Tapi, dari semua lagu judul atau lirik terkait nama tempat-tempat publik, semua ditulis dengan pola yang sama: dipadukan dengan kisah cinta. Artinya, saat menulis lagu-lagu itu, Didi menulis secara bebas, tanpa terbebani slogan atau pesan sponsor.

Dengan persahabatan yang seluas itu, tak heran kepergiannya pada 5 Mei lalu adalah duka banyak orang. Seandainya tidak terjadi di masa pandemi, yang mengantarkannya ke pemakaman atau menziarahi makamnya di hari-hari sesudahnya bakal lebih banyak.

Sehari setelah kepergian sang sahabat, Ganjar meminta ’’Panggung Kahanan’’ di halaman rumah dinas gubernur Jawa Tengah untuk menghelat tribute buat Didi. Panggung itu selama ini diperuntukkan para seniman agar tetap mampu berkreasi selama masa pandemi Covid-19, tentu dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Musisi Amba Reggae, seniman teater Zoex Zabidi, dan sejumlah seniman lain iku meramaikan acara tersebut.

’’Mas Didi Kempot sangat sopan, rendah hati, solidaritasnya tinggi, apalagi ketika diminta bantu teman. Itu puncak karir yang luar biasa,’’ kata Ganjar.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : */c19/ttg



Close Ads