
Anak-anak berlatih randai di Kampung Baca Bukik Ase
Menurut Yuri, tantangan mengajar di Kampung Baca ini terletak pada tingkatan pendidikan. Sebab, tidak ada batasan sekolah untuk belajar di rumah literasi itu. SD, SMP dan SMA, semua disejajarkan. "Agak sulit menyeimbangi saja mungkin. Tapi itu bukan kendala sih," bebernya.
Yuri sendiri melatih anak-anak belajar bahasa Inggris. Menurutnya, mayoritas sekolah dasar di sekitar Bukik Ase tidak mengajarkan siswa-siswi berbahasa Inggris. "Agak sulit juga. Tapi kami coba terus mengajarkan bahasa Inggris," kata mahasiswi semester akhir jurusan Agri Bisnis Universitas Andalas itu.
Kampung Baca ini juga wadah berlatih randai (teater asli Minangkabau), silek tradisi, tari-tarian Minangkabau. Pagi hari, anak-anak belajar bahasa inggris. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan mendongeng. Lalu, latihan menari, silek dan randai dengan guru-guru yang mumpuni di bidangnya.
"Usai salat dzuhur, kami juga bantu siswa yang memiliki tugas sekolah," katanya.
Guru Silek Kampung Baca Bukik Ase, Zulhelman Pandeka Dirajo mengatakan, semua anak-anak dibebaskan untuk bergabung di Bukik Ase tanpa kecuali. Sebab, tujuan Kampung Baca dilahirkan memang untuk melestarikan dan mewariskan budaya pada generasi Minang selanjutnya.
"Bagaimana silek tidak hilang, randai tidak lenyap, itulah tujuan kami menghadirkan ini," kata Zul yang karib disapa Pandeka.
Pandeka sendiri merupakan salah satu penggagas lahirnya Kampung Baca Bukik Ase. Dia tidak sekadar bergala pandeka (pendekar), namun juga memegang tampuk jabatan tuo tapian (orang yang dituakan di sasaran silat). Serta kapalo rang mudo (mengantar nikah kemenakan) dalam kaum Jambak di Kenagarian Pauh Sembilan.
Di sini, lanjut Pandeka, sudah berdiri sasaran silek sejak zaman Belanda. Sedangkan Pandeka sudah angkatan ke empat menerima amanah sebagai tuo silek. Dengan lahirnya Kampung Baca, dia meyakini, tradisi silek akan terus terlestarikan. Apalagi, selain silek, anak-anak di Bukik Ase juga dilatih randai dan kesenian Minangkabau lainnya.
"Sekarang sudah rutin sekitar 50 orang anak ke sini setiap Minggu. Namanya baru, tentu berangsur-angsur," katanya.
Investasi Budaya
Mengusir kejenuhan usai belajar silek, randai dan tari, sekali dalam sebulan, anak-anak di Kampung Baca Bukik Ase juga disajikan rekreasi mandi ke sungai. Kampung ini juga menggiatkan belajar petatah-petitih adat.
"Pesertanya campur. Tapi diutamakan yang sudah dewasa. Ini latihannya malam," katanya.
Geliat Kampung Baca Bukik Ase memang baru tampak lima bulan terakhir. Namun, gagasan dan upaya menjadikannya taman baca sudah dimulai sejak tahun 2017 silam. Saat itu, areal Bukik Ase yang kini sejuk di bawah rumpun bambu masih berbalut semak-belukar alias rimba.
Berangsur satu persatu-satu. Mulai dari pendataran lokasi, membuat tempat berjenjang. Ada sasaran silek, lingkaran randai yang semuanya masih beralas tanah. Nyaris semula tak satupun ada di sana, kecuali hanya Surau Rumah Gadang yang juga belum sempurna.
"Sengaja kami bangun dekat surau. Minangkabau identik dengan surau dan silek. Jadi, habis belajar, anak-anak salat dan pulang. Begitu konsepnya berjalan seterusnya nanti," kata Pandeka.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
