Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Maret 2019 | 23.23 WIB

Mengikuti 'Kelas Emoticon dan Kewer-Kewer' ala GSM

Frida Tesalonik (kanan), Guru IPA, saat mengajar metode Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) di depan siswa kelas 7 SMPN 7 Tangerang Selatan Banten, Rabu (6/3/2019) - Image

Frida Tesalonik (kanan), Guru IPA, saat mengajar metode Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) di depan siswa kelas 7 SMPN 7 Tangerang Selatan Banten, Rabu (6/3/2019)


Pelatihan GSM membuka matanya, yang dia lakukan selama ini kepada murid-muridnya itu salah. Siswa harus dibawa dalam suasana yang menyenangkan selama berada di kelas atau sekolah. Mereka tidak boleh merasa stres. Dengan begitu, mereka betah dan nyaman saat belajar.


Namun, langkah awalnya untuk menerapkan apa yang dia dapat dari pelatihan itu juga tak mudah. Rekan-rekannya sesama guru justru merespons negatif. Sebab, yang dia lakukan mirip dengan pembelajaran di taman kanak-kanak (TK). Antara lain, melukis di tembok kelas, membuat kerajinan dengan kertas warna-warni, serta menyanyi dan berjoget di kelas. Namun, dia tak surut langkah.


Menurut Frida, titik berat pembelajaran berbasis GSM adalah mengubah karakter siswa. Misalnya soal kerja sama dan apresiasi kepada teman yang berprestasi.


Tiap kali mengawali kelas, setiap siswa bebas memilih emoticon sesuai dengan suasana hati masing-masing. Emoticon itu terbuat dari kertas yang ditempelkan pada kayu kecil.


Ada emoticon bahagia, murung, sedih, hingga menangis. Lewat cara itu, guru terbantu untuk mengetahui kondisi anak-anak. Dengan begitu, pembelajaran bisa disesuaikan dengan kondisi emosi mereka.


Jadi, tidak seperti pembelajaran pada umumnya yang "pukul rata". Guru tidak pernah mengamati kondisi batin peserta didiknya. "Pokoknya mengajar," kata Frida.


Itu pula yang Frida tunjukkan pagi itu. Untuk memompa semangat para murid, pemaparan tentang sel tumbuhan dan hewan dihentikan dulu. "Ayo kita (goyang, Red) Kewer-Kewer dulu," kata guru kelahiran Tangerang, 29 April 1966, tersebut.


Kewer-Kewer dipopulerkan oleh Libertaria. Lagu itu kerap dibuat ice breaking pada kegiatan seperti Pramuka dan sejenisnya.


Juga, pagi itu, ice breaking tersebut berhasil. Jawa Pos yang hadir di kelas menyaksikan bagaimana para siswa langsung bergegas berdiri. Video diputar dan seketika mereka dengan penuh semangat menirukan joget Kewer-Kewer oleh sosok pria berbaju merah dengan wajah yang dilukis mirip tengkorak.


Bisu dan buta,


ayo kewer-kewer...


Miskin dan kaya,


ayo kewer-kewer...


Kelas seketika meriah. Para murid berjoget sambil tertawa riang. Sesekali Frida juga ikut bergoyang di pinggir meja guru.


"Suka sekali dengan kelas Bu Frida. Jadi tidak stres," kata Samuel Paul Arthur K., murid lain.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore