
Gebriela Stoeva/Stefani Stoeva seusai bertanding melawan Greysia/Apriyani pada gelaran Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan.
Gabriela-Stefani Stoeva masuk klasifikasi langka di badminton: ganda kakak-adik dan berprestasi dunia. Rela meninggalkan Bulgaria dan berlatih di Prancis demi mimpi medali di Olimpiade.
RAGIL P. IRMALIA-NURIS A. PRASTIYO, Jakarta
---
KELELAHAN masih jelas tergurat di wajah keduanya. Keringat juga deras mengucur. Namun, keramahan mereka tak luntur sedikit pun.
Satu per satu permintaan berfoto dari sebagian penonton Indonesia Masters di Istora Senayan, Jakarta, dilayani. Serbuan pertanyaan dari media juga mereka ladeni dengan ramah.
Padahal, kemarin adalah hari yang sulit bagi Gabriela-Stefani Stoeva. Laju ganda putri asal Bulgaria itu terhenti pada babak pertama. Mereka kalah dari duet andalan tuan rumah, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dalam dua game langsung.
''Bukan performa terbaik kami. Selanjutnya, kami akan berusaha lebih keras dan belajar dari pengalaman ini,'' tutur Stefani di mixed zone.
Ganda kakak beradik di bulu tangkis termasuk sangat langka di arena badminton. Apalagi yang bisa berprestasi di arena internasional.
Ganda campuran Indonesia, Markis Kido-Pia Zebadiah, termasuk yang memenuhi kualifikasi itu. Namun, prestasi terbaik mereka, peringkat ke-10 dunia, terakhir tercatat enam tahun lalu.
Gabriela-Stefani kini menduduki peringkat ke-9 dunia. Tapi, di Eropa mereka nomor 1. Tahun lalu mereka sukses merebut emas ganda putri Kejuaraan Eropa. Juga, menjadi runner-up Prancis Terbuka Super 750.
Raihan itu terbilang mengagumkan mengingat keduanya berasal dari Bulgaria, negeri yang "asing" dengan bulu tangkis. Dari segi popularitas, jauh di bawah sepak bola, gulat, atau menembak.
Dengan usia yang hanya terpaut setahun, kekompakan yang terbangun dari chemistry sebagai saudara kandung menjadi salah satu kunci kekuatan mereka. Misalnya, yang terlihat ketika keduanya menjawab pertanyaan awak media.
Seolah sudah saling tahu jawaban masing-masing. Saling mengisi dan klop. Tapi, jangan beranggapan mereka tak pernah bertengkar. "Wah, kami bertengkar dalam segala hal. Itu hal yang normal kok," kata Stefani yang lahir di Galabova, 23 September 1995.
Menurut dia, ibarat makanan, pertengkaran itu seperti bumbu. "Malah akan sangat membosankan kalau tidak bertengkar, hehehe," canda Stefani.
Kalau si adik lahir di Galabova, Gabriela lahir di Haskovo pada 15 Juli 1994. Keluarga mereka tinggal di Haskovo.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
