Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Desember 2018 | 22.28 WIB

Jalan Panjang Dodi Benges Membangun 'Kerajaan Kreatif' Komunitas Punk

BERUBAH BERSAMA: Benges (kiri) dan Komeng menunjukkan proses produksi Masberto Kingdom yang dibangun bersama anak-anak punk sejak 2011. - Image

BERUBAH BERSAMA: Benges (kiri) dan Komeng menunjukkan proses produksi Masberto Kingdom yang dibangun bersama anak-anak punk sejak 2011.

Masberto Kingdom telah melahirkan berbagai karya yang dikenal luas kalangan punk di tanah air, bahkan sampai ke luar negeri. Yang mau bergabung harus berdisiplin: bekerja, memasak, dan bersih-bersih tempat sendiri.


SAHRUL YUNIZAR, Bogor


---


SATU per satu ruangan ditunjukkan Dodi "Benges" Lukita. Mulai distro, gudang barang, sampai area produksi. Tak lupa diperlihatkan pula tempat membikin tato. Juga studio musik. Dan tentu saja tempat untuk mengobrol santai.


"Area produksi yang paling ramai. Kecuali Jumat, Sabtu, dan Minggu, selalu ada aktivitas di sini," kata Benges kepada Jawa Pos.


Kami tengah mengelilingi markas besar Masberto Kingdom ketika itu. Dari tempat di perbatasan Bekasi dengan Bogor, Jawa Barat, tersebut, telah lahir berbagai karya kreatif anak-anak punk yang kini dikenal luas komunitas punk di tanah air.


Selain nama komunitas, Masberto Kingdom adalah brand. Mereka tumbuh menjadi "kerajaan kreatif". Dengan produk beragam. Mulai T-shirt, sweter, sampai celana. Semua mereka (anak-anak punk bertato dan bertelinga ditindik) buat sendiri. Dari bahan sampai jadi. Juga mereka jual secara mandiri hingga berbuah uang yang menghidupi.


Bahkan, produk Masberto Kingdom sekarang sudah sampai ke luar negeri. Dan, seperti semua barang yang laku, sudah pula ada yang membuat tiruannya.


Semua itu tentu tak terbayangkan oleh Benges ketika memulai kiprahnya delapan tahun lalu. Hanya ada bangunan tanpa penghuni. Kosong, berbau, dan berantakan.


Kemauan keras dan semangat untuk mandiri khas anak-anak punk yang akhirnya jadi kunci pengubah keadaan. Hingga bisa jadi tempat lahirnya berbagai kreasi. Yang juga bersih, rapi, dan enak untuk tempat diskusi atau sekadar ngobrol ngalor ngidul.


Masberto atau masyarakat bertato sudah lama ada. Masberto Kingdom Benges yang mencipta. Itu mimpi lama pria asal Sumatera Selatan yang tubuhnya dipenuhi rajah tersebut. Punya komunitas masyarakat bertato yang tumbuh serupa kerajaan. Mampu menghidupi banyak orang. Tidak sekadar kumpul tanpa arti.


Upaya membangun mimpi itu dia mulai dari sebuah tempat di Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Benges berkolaborasi dengan berbagai komunitas. Bersama mereka bangun panggung musik.


Masberto Club and Bar namanya. Tidak pernah berhenti. Mulai Senin sampai Senin. Hidup setiap hari. Namun tak bernapas lama. Tidak sampai satu tahun tutup.


"Biaya aja susah, nggak ada alasan lain," kenang Benges.


Dari Dukuh Atas, Benges kemudian pindah ke tempat saat ini. Di Jalan Letda Nasir, Bojong Kulir, Gunung Putri. Yang juga tidak jauh dari tempat tinggalnya. Benges tahu betul, tidak semua kepala bisa menerima kehadiran anak punk. Yang lekat dengan berbagai stigma. "Ngumpul aja udah salah, apalagi berkegiatan," imbuhnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore