
Yohanes Ande Kala bertemu Menpora Imam Nahrawi, Sabtu (18/8/2018) di Kantor Kemenpora.
JawaPos.com - Hari yang tak akan pernah dilupakan Yohanes Ande Kala kemarin diakhiri dengan pengalaman istimewa. Nonton spektakulernya seremoni pembukaan Asian Games 2018 Si bocah pemanjat tiang bendera itu diajak Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Didampingi orang tua bocah 14 tahun yang akrab disapa Joni itu, Victorino Fahik Marshal (ayah) dan Lorena Gama (ibu).
Joni juga akan diajak ke berbagai venue hari ini. Besok malam dia juga berkesempatan menyaksikan pertandingan penentuan di grup A antara Indonesia U-23 dan Hongkong U-23 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.
Sebab, siswa kelas VII SMP Silawan, Belu, Nusa Tenggara Timur, itu mengidolakan salah seorang penggawa Garuda Muda, sebutan tim nasional U-23 Indonesia. "Evan Dimas," ucapnya saat ditanya siapa pemain idolanya.
Joni menarik perhatian luas setelah video yang memperlihatkan keberaniannya memanjat tiang bendera beredar luas pada Jumat (17/8). Persisnya, saat berlangsung upacara bendera di Pantai Motaain yang dipimpin Wakil Bupati Belu J.T. Ose Luan.
Nah, ketika tali putus, sang wakil bupati meminta tolong adakah di antara peserta upacara yang bisa memanjat tiang untuk melepaskan tali yang nyantol. Joni yang terbiasa memanjat pinang dan kelapa langsung spontan bereaksi.
Kemarin siang Joni dan orang tua, didampingi Kapolres Belu AKBP Christian Tobing dan Dandim 1605/Belu Letkol Putu Dwika, diterima Menpora di kantor. Selain membopong Joni dan mengajaknya ke ruang kerjanya, Imam mempersilakan Joni menjadi Menpora untuk sesaat.
Joni pun duduk di kursi Menpora dan Imam berdiri di sampingnya menunjukkan dokumen progres Asian Games. "Persiapan akhir Asian Games seperti ini, Pak Joni," canda Imam seraya membolak-balikkan dokumen di hadapan Joni.
Dia juga menghadiahi Joni tiga patung maskot Asian Games yang terbuat dari tembaga, perak, dan perunggu. Maskot itu sebelumnya dipajang di ruang tamu di ruang kerja Imam.
Nah, besok, sebelum ke Bekasi, Joni dijadwalkan bertemu Presiden Joko Widodo. Dan, dia pun sudah tahu apa yang akan disampaikan ke kepala negara.
"Saya ingin ada beasiswa untuk teman-teman," ujar bungsu sembilan bersaudara itu.
Bukan tanpa alasan keinginan tersebut disampaikan. Dia mengungkapkan, teman-temannya di sekolah dan beberapa sekolah lain di Belu masih ditarik biaya di sekolah.
Joni menuturkan, siswa di sekolahnya berjumlah sekitar 400 orang. "(Tiap) tiga bulan kami bayar Rp 150 ribu," kata Victorino, sang ayah, yang sebelum referendum 1999 bermukim di Timor Timur (kini Timor Leste) itu.
Itu jumlah yang tidak sedikit bagi orang seperti Victorino. Tiga tahun terakhir dia didera sakit yang membuatnya sulit bekerja. Baru mulai awal tahun ini pria 55 tahun itu kembali menggarap kebun keluarga berukuran 25 x 40 meter. "Saya tanam jagung dan ubi di lahan itu," tuturnya.
Belu merupakan kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Banyak warga eks Timor Timur yang bermukim di sana.
Saat bertemu Menpora, Victorino dan Lorena mengenakan pakaian tradisional NTT dan kompak mengenakan syal tenun warna merah khas daerah setempat. Sementara itu, Joni mengenakan seragam yang digunakan dalam aksi heroiknya. Plus syal tenun merah yang sama dengan yang dikenakan orang tuanya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
