Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Juni 2018 | 22.33 WIB

Rajudin, Pemuda Tebo yang Berjuang Melawan Kanker Rektum

Rajudin tengah tengah berjuang melawan ganasnya penyakit kanker rektum - Image

Rajudin tengah tengah berjuang melawan ganasnya penyakit kanker rektum

Hampir setahun mengidap kanker rektum. Kini Rajudin dalam kondisi lemah. Tiga bulan terakhir ia menjalankan perawatan, hingga akhirnya menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Djamil Sumatera Barat.


MUHAMMAD HAFIZH ALATAS


PEMUDA 27 tahun itu kini tengah berjuang melawan penyakit kanker rektum. Dengan segala keterbatasan, ia berjuang untuk sembuh. Sudah tiga bulan si bungsu dari 5 saudara itu terbaring dan dirawat di Padang Sumatera Barat. Ia harus menjalani kemoterapi sebelum menjalankan operasi.


Rajudin diwajibkan terapi 12 kali. Kini baru berjalan 3 kali, namun keluarganya sudah kehabisan biaya untuk melanjutkan pengobatan. Saat ini, ia masih berada di Padang dan tinggal di suatu kos-kosan kecil sembari menunggu jadwal Kemoterapi di rumah sakit Djamil Padang. Banyak biaya yang dibutuhkan, selain pengobatan, juga biaya hidup dan kos-kosannya.


“Kalau sakitnya sudah 8 bulan, tapi dirawatnya sejak tiga bulan terakhir,” kata Rahmat Kurniadi, Sahabat dekat Rajudin kepada Jambi Ekspres (Jawa Pos Group), Jumat (22/6).


Saat ini Rahmat dan masyarakat Desa Mangun Jayo, Kecataman Tebo Tengah, Kabupetan Tebo tengah berupaya untuk membantu biaya pengobatan Rajudin, hingga saat ini dibuka rekening donasi untuk Rajudin. “Selain sahabat kami juga tetangga,” imbuhnya.


“Sebelumnya saya tahu Rajudin tengah sakit, namun tidak pernah berfikir akan sampai separah ini. Sekarang kanker rektumnya sudah stadium 4,” Ujar Rahmat.


Dijelaskan Rahmat, awalnya Rajudin mengira sakit yang di deritanya adalah ambeien. Sampai 6 bulan kondisinya tidak membaik, malah makin memburuk. Lalu dibawa puskesmas di daerah Jambi. Saat diperiksa ternyata mengidap kanker rectum/kanker di bagian anus. Dirujuk ke Padang.


“Ternyata Kanker Rektumnya sudah stadium 4. Dokter menyarankan Rajudin harus di operasi, namun sebelumnya diwajibkan melakukan kemoterapi sebanyak 12 kali (kurang lebih memakan waktu setahun). Baru bisa operasi,” tuturnya.


Biaya kemoterapi dan pengobatan selama setahun kedepan tentu sangat menyusahkan bagi Rajudin dan keluarga. Mengingat kondisi Rajudin yang semenjak sakit tidak bisa lagi bekerja (sebelum sakit Rajudin bekerja sebagai pegawai honorer di KPU Kabupaten Tebo).


Kondisi ekonomi keluarganya yang memang pas-pasan. Selama pengobatan dan kemo 3 bulan terakhir ini Rajudin sudah mengeluarkan biaya kurang lebih biaya Rp 15 juta. Itupun keluarga mati-matian mencari bantuan dari kakak-kakak rajudin dan saudara di Jambi. Bahkan karena kekurangan biaya memaksa Rajudin harus tinggal di kos-kosan murah selama pengobatan di RS Padang, bukan menjalani rawat inap karena biaya rawat inap yang sangat jauh dari kesanggupan Rajudin.


Sebenarnya Rajudin memiliki BPJS, namun tidak bisa mengcover semua kebutuhan Rajudin. BPJS hanya mengcover biaya perawatan Rajudin selama di RS (tidak termasuk rawat inap, kemo, dan obat lain nya).


“Kondisi kesehatan Rajudin kini sangat lah memprihatinkan. Untuk itu saya meminta kesedian para orang baik diluar sana untuk membantu proses penyembuhan Rajudin. Bisa hubungi saya 0821-7523-2423 yang berkenan membantu,” ujarnya.


“Semua donasi yg masuk akan diberikan langsung kepada keluarga Rajudin untuk keperluan pengobatan,” pungkasnya. (***)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore