
JUMPA PERS: Wakil Dekan Kemahasiswaan, Suyanto (tengah), Pjs Ketum Mapala Sakai, Mutiara Shintia (kanan) dan Gubernur BEM Fisip UNRI (kiri) saat konferensi pers di Fisip UNRI, Senin (4/6).
Setelah mengamankan para terduga, barulah polisi membawa Z dan K ke Gedung Gelanggang Mahasiswa Fisip UNRI yang jaraknya ratusan meter dari homestay. Di gelanggang tersebut, terdapat beberapa ruangan. Salah satunya adalah ruangan sekretariat Mapala yang terletak di lantai dua.
Ruangan ini diakui Mutiara jarang digunakan oleh mahasiswa. Biasanya hanya saat acara khusus saja ketika mengadakan rapat. Namun belakangan karena homestay mereka sudah direnovasi dan cukup besar, ruangan itu pun tak digunakan lagi.
"Ruangannya digembok. Nggak tahu juga darimana dia dapat kuncinya. Mungkin dibuka paksa atau karena dia senior jadi merasa berhak untuk masuk ke sana," sebutnya.
Dengan disaksikan oleh Dr Suyanto, selaku Wakil Dekan Kemahasiswaan Fisipol UNRI, di ruangan inilah petugas mengamankan empat bom pipa rakitan yang siap diledakkan. Menurut pengakuan Z, bom itu rencananya akan diledakkan di DPR RI dan DPRD Riau.
Selain itu beberapa jenis serbuk bahan peledak juga ditemukan."Saya yang langsung melihat barang bukti itu. Memang seumur hidup belum pernah melihat fisik bom secara langsung. Ada pipa empat buah. Kemudian beberapa serbuk. Ada juga sumbu. Kata Kapolres ada 15 sumbu," terangnya.
Usai mengamankan ketiga terduga berikut dengan barang buktinya, petugas langsung membawa ke Brimobda Polda Riau. Untuk empat bom aktif tersebut, sudah dijinakkan tim Gegana dengan cara mencabut sumbunya.
Bom pipa ini bahkan disebut-sebut Kapolda Riau, Irjen Pol Nandang, memiliki daya ledak setara dengan bom di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Itu karena bahan baku yang digunakan Z dalam pembuatan empat bom pipanya sama dengan bom Surabaya.
Selain menyita empat bom pipa, petugas juga menyita berbagai jenis bahan peledak. Di antaranya pupuk KNO3, sulfur, gula, arang, dua buah busur beserta delapan anak panah, sebuah senapan angin, dan sebuah granat tangan rakitan.
Saat ini, penyidik Densus 88 masih melakukan pemeriksaan terhadap ketiganya. Satu orang yakni Z sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara dua lainnya, K dan D masih berstatus sebagai saksi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
