Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Juni 2018 | 21.05 WIB

Para Mahasiswa Diminta Diam, Bang Jek Ditangkap saat Tidur

JUMPA PERS: Wakil Dekan Kemahasiswaan, Suyanto (tengah), Pjs Ketum Mapala Sakai, Mutiara Shintia (kanan) dan Gubernur BEM Fisip UNRI (kiri) saat konferensi pers di Fisip UNRI, Senin (4/6). - Image

JUMPA PERS: Wakil Dekan Kemahasiswaan, Suyanto (tengah), Pjs Ketum Mapala Sakai, Mutiara Shintia (kanan) dan Gubernur BEM Fisip UNRI (kiri) saat konferensi pers di Fisip UNRI, Senin (4/6).


Setelah mengamankan para terduga, barulah polisi membawa Z dan K ke Gedung Gelanggang Mahasiswa Fisip UNRI yang jaraknya ratusan meter dari homestay. Di gelanggang tersebut, terdapat beberapa ruangan. Salah satunya adalah ruangan sekretariat Mapala yang terletak di lantai dua.


Ruangan ini diakui Mutiara jarang digunakan oleh mahasiswa. Biasanya hanya saat acara khusus saja ketika mengadakan rapat. Namun belakangan karena homestay mereka sudah direnovasi dan cukup besar, ruangan itu pun tak digunakan lagi.


"Ruangannya digembok. Nggak tahu juga darimana dia dapat kuncinya. Mungkin dibuka paksa atau karena dia senior jadi merasa berhak untuk masuk ke sana," sebutnya.


Dengan disaksikan oleh Dr Suyanto, selaku Wakil Dekan Kemahasiswaan Fisipol UNRI, di ruangan inilah petugas mengamankan empat bom pipa rakitan yang siap diledakkan. Menurut pengakuan Z, bom itu rencananya akan diledakkan di DPR RI dan DPRD Riau.


Selain itu beberapa jenis serbuk bahan peledak juga ditemukan."Saya yang langsung melihat barang bukti itu. Memang seumur hidup belum pernah melihat fisik bom secara langsung. Ada pipa empat buah. Kemudian beberapa serbuk. Ada juga sumbu. Kata Kapolres ada 15 sumbu," terangnya.


Usai mengamankan ketiga terduga berikut dengan barang buktinya, petugas langsung membawa ke Brimobda Polda Riau. Untuk empat bom aktif tersebut, sudah dijinakkan tim Gegana dengan cara mencabut sumbunya. 


Bom pipa ini bahkan disebut-sebut Kapolda Riau, Irjen Pol Nandang, memiliki daya ledak setara dengan bom di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Itu karena bahan baku yang digunakan Z dalam pembuatan empat bom pipanya sama dengan bom Surabaya.


Selain menyita empat bom pipa, petugas juga menyita berbagai jenis bahan peledak. Di antaranya pupuk KNO3, sulfur, gula, arang, dua buah busur beserta delapan anak panah, sebuah senapan angin, dan sebuah granat tangan rakitan.


Saat ini, penyidik Densus 88 masih melakukan pemeriksaan terhadap ketiganya. Satu orang yakni Z sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara dua lainnya, K dan D masih berstatus sebagai saksi.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore