Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Mei 2018 | 02.05 WIB

Napak Tilas ke Promenade de Anglais, Jalanan Indah yang Ternoda Teror

Anak tangga menuju Villa Massena Musee. - Image

Anak tangga menuju Villa Massena Musee.


Siapa pun yang menjadi saksi hidup peristiwa tersebut pastilah mengingatnya sebagai lima menit paling mengerikan dalam hidupnya. Jalanan indah sepanjang Pantai Mediterania berubah menjadi horor dengan pemandangan mayat korban di mana-mana. Jawa Pos yang sejak tadi memperhatikan Illia dan kekasihnya sedang asyik berfoto menghampiri keduanya. Lalu, memperlihatkan video Pangeran Charles yang sedang berdoa menghadap foto-foto para korban tepat pada anak tangga yang dipakai kekasih Illia bergaya tadi.


Mereka sempat mencocokkan lokasi di dalam video tersebut dengan tempat keduanya berdiri. "Oh ya, pangeran pernah berada di sini," ujar Illia.


Illia langsung ingat serangan teror yang terjadi nyaris dua tahun lalu tersebut di Promenade des Anglais. Dia juga menceritakan apa yang dibacanya di media tentang serangan tersebut.


Tapi, apakah dia tidak khawatir dengan kemungkinan terulangnya kembali saat sedang berlibur bersama kekasihnya di Nice? Menurut Illia, tidak ada sedikit pun kekhawatiran tentang itu.


Bahkan, dia baru sadar lagi tentang peristiwa tersebut saat Jawa Pos mengingatkannya dengan video Pangeran Charles tersebut.


"Yang kami ingat adalah jalanan ini pernah dipakai syuting film The Transporter. Jason Statham ngebut di jalanan itu," sambung Illia menunjuk ke arah Promenade des Anglais.


Setelah puas berfoto di halaman Villa Massena Musee, keduanya melanjutkan jalan-jalan ke pinggiran pantai Mediterania. Sore itu hujan turun rintik-rintik. Meski begitu, semakin sore semakin banyak pengunjung yang datang.


Tak sampai sebulan sebelum peringatan dua tahun peristiwa teror terjadi, tidak tampak pengamanan berlebihan di sepan­jang Promenade. Bahkan, bisa dikatakan nyaris tidak ada. Hanya 2-3 polisi yang melakukan patroli dengan mengendarai segway. Tanpa membawa senjata apa pun. Itu pun dilakukan sesekali saja.


Pelaku teror Mohamed Salmene Lahouaiej-Bouhlel adalah imigran asli Tunisia. Dia mendapat izin tinggal di Nice sejak 2005, setelah bekerja sebagai sopir truk jasa pengiriman.


Menurut polisi, sebelum serangan terjadi, dia sedang dalam proses bercerai dengan istrinya dan tengah mengalami masalah keuangan. Hanya berselang beberapa saat setelah peristiwa mengerikan itu terjadi, ISIL (Islamic State of Iraq and the Levant, ada pula yang menyebutnya ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.


Peristiwa itu mengejutkan banyak kalangan di Nice. Apalagi, tak lebih dari 1 kilometer dari TKP, terdapat komunitas muslim cukup besar yang hidup berdampingan dengan damai bersama warga sekitar. Banyak berderet toko dan restoran halal yang dikelola warga muslim.


Jawa Pos menemui imam Masjid Al Wahda yang berada di kawasan Rue de Suisse, Nice. Dia adalah imigran asal Aljazair yang sudah bermukim di Nice selama 20 tahun. Bangunan yang digunakan untuk masjid Al Wahda adalah sebuah flat biasa berlantai dua dengan bentuk tidak beda dengan bangunan di kiri dan kanannya. Sekilas orang tidak akan tahu bahwa itu adalah masjid.


"Di sini masih sulit mendapatkan izin untuk membangun masjid agung (grand mosque)," ucap Rabie Khalifa, sang imam.


Meski demikian, jumlah muslim di kawasan itu terus bertambah dari tahun ke tahun. Kalau datang Jumat, ada sekitar 300 orang yang salat di Al Wahda.


Tentang kehidupan muslim di Nice setelah serangkaian serangan teror terjadi di seantero Prancis sejak 2015, Khalifa mengakui, ada dampak yang dirasakan. Terutama setelah pemerintah lebih ketat mengawasi warga muslim di sana.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore