Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 April 2018 | 21.22 WIB

Kisah Penderita Dissociative Identity Disorder

PENARI BALI: Anastasia Wella difoto sebagai Saraswati, salah satu kepribadian dari 10 yang ia miliki. - Image

PENARI BALI: Anastasia Wella difoto sebagai Saraswati, salah satu kepribadian dari 10 yang ia miliki.

Anastasia Wella sempat dianggap kesurupan sehingga dibawa ke tiga ”orang pintar” yang berbeda. Pernah jadi korban perundungan ekstrem semasa di sekolah dasar.


HENDRA EKA -- Jakarta


TAK ada yang mengenal Anastasia Wella di lingkungan kos-kosan di kawasan Jakarta Pusat itu. Bukan karena dia penghuni baru. Atau tak pernah bersosialisasi dengan yang lain.


Tapi, karena semua penghuni kos di kawasan Jakarta Pusat itu mengenalnya sebagai Ayu. ”Waktu itu Ayu yang milih kos-kosan ini. Jadi, saya tinggal menempati saja,” ujarnya kepada Jawa Pos yang menemuinya pada Jumat akhir Maret lalu (30/3).


Ayu adalah alter alias kepribadian lain dari Wella. Lajang kelahiran Surabaya, 28 tahun lalu, itu menderita dissociative identity disorder (DID). Atau yang dulu dikenal sebagai multiple personality disorder. Sebuah gangguan jiwa langka di dunia.


Mengutip situs Psychology Today, penderita DID memiliki minimal dua alter. Semacam Dr Jekyll dan Mr Hyde, dua karakter dalam satu tubuh yang ada di Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde, novel legendaris karya sastrawan Skotlandia Robert Louis Stevenson.


Wella punya total sepuluh kepribadian dalam dirinya. Selain Anastasia Wella sebagai host atau tuan rumah jiwanya, ada Ayu, Naura, Atin, Saraswati, Bilqis, Andreas, Paula, Ravelline, dan Siana.


Sebagaimana umumnya pemicu DID, yakni trauma masa kecil, Wella juga mengalami perundungan ekstrem dari teman-teman di sekitarnya. Puncaknya ketika kelas IV SD pada 1999, Wella mengalami split identity (perpindahan identitas) untuk kali pertama.


Wella tidak ingat kala itu dia menjadi siapa. Dia hanya merasakan jantung berdebar kencang, insomnia, migrain, dan tremor atau tangan bergetar sendiri secara tidak sadar. Ketika itu dia juga belum paham jika ada sesuatu yang salah dalam dirinya. ”Saya agak nggak runut soal ingatan,” katanya.


Mengutip situs lainnya, Merck Manuals, pada penderita DID biasanya memang ada ”lubang” ingatan tentang periode tertentu dalam di masa lalu mereka. Entah masa kecil atau ketika beranjak dewasa. Setelah beberapa kali mengalami split identity, pada 2007 Wella memberanikan diri untuk memberi tahu orang tua. Tapi, dia malah dikira kesurupan.


Ibunya pun lantas membawa Wella ke ”orang pintar”. Bahkan sampai tiga kali. ”Analisis” mereka macam-macam. Yang pertama mengatakan bahwa penyakitnya bisa dipindahkan ke hewan. Yang kedua lebih seram lagi: katanya, ada kuntilanak yang menempel dalam diri Wella.


Dia pun diminta meminum segelas air putih yang dicampur sebongkah kemenyan. Wella menolak, bahkan langsung lari ke dalam mobil. ”Memangnya dikira aku ini jaranan apa, disuruh minum air menyan segala,” kata penggemar berat grup band Radiohead dan Dream Theater itu.


Pada percobaan ketiga, ibunda Wella hanya disuruh untuk membakar dupa pada waktu menjelang magrib. Untuk mengusir hantu, kata si orang pintar. Namun, seperti juga di percobaan pertama dan kedua, hasilnya nihil. ”Pokoknya, saya misuh-misuh setiap pulang dari orang pintar,” ujar mantan staf ahli anggota DPR itu.


Berat badannya bahkan sampai turun 18 kg akibat mengikuti penyembuhan holistik itu. Akhirnya orang tua Wella membawanya ke dokter spesialis jantung di sebuah rumah sakit di Sidoarjo. Wella didiagnosis hanya mengalami disharmoni jantung alias deg-degan. Tak puas dengan penjelasan sang dokter, Wella pun menyambangi dokter spesialis saraf.


Hasilnya? Tetap belum memuaskan rasa penasaran Wella. Terakhir, dia mendatangi dokter spesialis penyakit dalam. Di sana dia diklaim hanya mengalami sakit mag. Namun, berbulan-bulan sakit mag itu tak kunjung sembuh. Akhirnya si dokter penyakit dalam tersebut merujuk Wella ke psikiater.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore