
KHUSYUK: Aneka upacara sebelum tawur agung.
Usai mecaru, lanjut Istianah, dilaksanakan pangrupukan atau ogoh-ogoh yang akan dibakar diarak keliling desa. Baru kemudian patung-patung itu dipralina atau dibakar.
"Tujuan upacara tawur kesanga ini, untuk menetralisir diri agar tidak diganggu dengan sifat buruk dari butakala. Butakala menyimbolkan sifat angkara murka, menggambarkan sifat manusia. Dibakar agar tahun baru kembali suci," beber Istianah panjang.
Baru setelah pelaksana tawur agung, dengan membakar sifat buruk manusia, para umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian.
"Harapannya, kembali baik, kembali suci karena sudah membakar sifat angkara murka," pungkas perempuan yang menggunakan busana sembahyang warna hijau tosca itu.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
