
Kapal-kapal tengah bersandar di Pelabuhan Muara Jati, Kota Cirebon
JawaPos.com - Sejarah Cirebon di bidang kesyahbandaran pernah mengalami puncak masa keemasannya. Dulu pelabuhan Cirebon menopang perekonomian masyarakat di pesisir dalam bidang perdangangan Internasional.
Dari pelabuhan Cirebon, berbagai jenis komoditi seperti, terasi, ikan, daging, padi/ beras, sayur-mayur, buah-buahan, indigo (tarum), dan kayu yang baik untuk pembuatan kapal diekspor ke negeri Tiongkok, Gujarat, Mongolia, dan Arab.
Sejarahwan Cirebon, Raffan S Hasyim menceritakan, dari berbagai sumber tradisional, semula di daerah pesisir Cirebon terdapat tiga pelabuhan, yaitu Muhara Jati, Japura, dan Singapura.
"Mungkin dulunya ketiga pelabuhan itu berada di bawah kekuasaan Kerajaan Galuh. Diperkirakan pelabuhan Cirebon dibangun pada abad ke-15," ungkap Raffan kepada JawaPos.com, Minggu (18/3).
Seiring perjalanan waktu, Cirebon berkembang menjadi kota pelabuhan penting di pesisir utara Pulau Jawa. Menurut pria yang akrab disapa Opan ini, bahwa ada empat faktor yang mempengaruhi perkembangan Cirebon sebagai kota pelabuhan penting di Pulau Jawa.
Pertama, letak geografisnya strategis. Pelabuhan Cirebon berada pada lokasi berbentuk teluk, sehingga terlindung dari gelombang pasang air laut.
Kedua, pelabuhan itu terletak di bagian tengah pesisir utara Pulau Jawa dan cukup jauh dari pelabuhan lain, yaitu Jepara, Tuban, dan Surabaya yang berada di sebelah timur Pulau Jawa dan Kalapa (Sunda Kalapa) serta Banten di sebelah barat Pulau Jawa.
"Ketiga, pantai Cirebon mudah didatangi oleh kapal berukuran cukup besar. Dan keempat, hubungan antara pelabuhan dengan daerah pedalaman sangat lancar, baik melalui sungai maupun jalan darat," ungkapnya.
Lebih lanjut Opan mengatakan, sungai-sungai di Cirebon waktu itu digunakan sebagai prasarana lalu-lintas untuk bersandarnya kapal besar. Hal tersebut disaksikan oleh pelaut ternama asal Portugis, Tome Pires pada tahun 1513.
Dalam catatan perjalanannya, Time Pires menyatakan bahwa Cirebon adalah kota pelabuhan yang baik dan ramai oleh kegiatan perdagangan.
Di kota pelabuhan Cirebon, dulu pernah tinggal secara rukun antara pedagang pribumi dan asing, termasuk tujuh saudagar besar yang berpengaruh dan dihormati. Salah satunya, bernama Pate Quedir. Semula ia bermukim di Malaka.
"Dari masa ke masa Pelabuhan Cirebon ini sudah kehilangan masa keemasannya. Bahkan, jejak-jejak kejayaannya pun sudah mulai hilang," pungkasnya.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
