
Salah satu sudut kota Pekanbaru, Riau
JawaPos.com - Kawasan Kampung Wisata Bandar Senapelan lebih ramai dari biasanya selama dua hari terakhir. Selain pengunjung domestik Kota Pekanbaru, terlihat sejumlah turis asal negeri jiran Malaysia. Apa yang mereka ingin lihat?
Laporan HENDRAWAN, Senapelan
SEKILAS, tidak ada bedanya antara turis Malaysia dengan pengunjung domestik lainnya. Baik dari segi berpakaian maupun dari wajah karena sama-sama Asia.Hanya saja, di ujung kunjungan, para turis Malaysia itu berfoto beramai-ramai dengan menggelar spanduk raksasa. Aksi itu sebagai penanda bahwa mereka telah sampai di Bandar Senapelan, kampung wisata yang baru saja meraih penghargaan nasional dari Pemerintah Indonesia.
Sayangnya, mereka berkunjung tidak lama. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bandar Senapelan Dewi Mulyanti, mereka bukan turis dadakan.
Kedatangan mereka terencana dan terancang dengan baik. Bahkan sebagian dari mereka terlihat tidak ragu dan seperti sudah hafal objek-objek yang menarik di kawasan yang diapit Jembatan Siak I dan Siak III tersebut.
''Mereka itu merupakan rombongan PHW (Pekanbaru Heritage Walk, red). Jadi mereka datang ke sini bersama Konsulat Malaysia yang ada di Pekanbaru. Mereka datang dalam rombongan untuk melihat sejumlah objek wisata sejarah. Salah satunya Rumah Singgah Sultan yang ada di Kampung Bandar ini,'' ujar Dewi sebagaimana dilansir Riau Pos (Jawa Pos Group) , Rabu (27/12).
Selama ini, turis asal Malaysia memang merupakan langganan wisata di Pekanbaru. Mereka datang selalu dalam rombongan. Yang ditujupun merupakan objek-objek wisata yang pada umumnya sudah mereka ketahui lebih dulu.
Secara khusus, para tamu-tamu Kota Pekanbaru ini ingin melihat peninggalan kerajaan Siak atau wisata bersejarah lainnya di Kota Pekanbaru.
Selain singgah ke Kampung Bandar yang ada Rumah Singgah Sultan, turis asal Malaysia juga langganan berkunjung ke makam raja-raja Siak yang ada di kompleks Masjid Raya Pekanbaru.
Tidak kurang dari 100 orang yang hadir di Kampung Wisata Bandar Senapelan bertepatan dengan Natal kemarin. Rombongan ini menamakan diri mereka sebagai Kelab Ahmad Jais.
Selain berkunjung ke kawasan tersebut, mereka juga sempat melakukan aktivitas yang mereka sebut sebagai hiking. Anggota Pokdarwis sendiri menjamu mereka makan di langsung di Istana Hinggap.
Sekedar informasi, Istana Hinggap berdasarkan data Badan Pelestarian Cagar Budaya, bangunan ini satu-satunya bangunan bergaya Indische di Kota Pekanbaru.
Arsitektur Indische dalam bahasa Belanda disebut Nieuwe Indische Bouwstijl. Gaya arsitektur modern diperkenalkan di Hindia Belanda (sekarang Indonesia) antara akhir abad ke-19 sampai abad ke-20 sebelum Perang Dunia II.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
