
HEBAT: Dokter Irwan Barlian Immadoel Haq menyalami dan mengajak pasiennya berkomunikasi sebelum melakukan operasi.
Irwan sangat suka metode operasi dalam keadaan pasien sadar. Sebab, fungsi motorik pasien bisa dilihat secara langsung. Sebab, tidak jarang ada gangguan fungsi saraf yang tak tedeteksi karena pasien dioperasi dalam keadaan tidak sadar. Saat pasien bangun, tiba-tiba ada yang error.
Padahal, untuk mengoperasi pasien dalam keadaan sadar, juga ada tantangannya. Kalau pasien gelisah, otaknya bisa mengalami pembengkakan yang berujung kematian. ’’Karena itu, sebelum melakukan proses ini, tim dokter selalu memberikan pengertian sejelas-jelasnya kepada pasien agar mereka tetap dalam kondisi nyaman saat dibangunkan di ruang operasi,’’ ujar Irwan.
Meski Irwan sering sukses menjalankan operasi, tentu ada kalanya Tuhan berkehendak lain. Pada 2010 dr Irwan menangani pasien yang mengalami kecelakaan dengan pendarahan otak parah.
Kondisi pasien itu begitu parah sehingga Irwan dan tim dokter tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Pasien pun meninggal di meja operasi. Itu adalah kali pertama pasien Irwan meninggal di atas meja operasi.
’’Rasanya ya stres. Sampai berminggu-minggu malah,” ungkapnya. Tetapi, meski begitu, tidak berarti operasi berhenti. Sebagai seorang dokter, dia harus profesional. Kehidupan pribadinya tidak boleh mengganggu pekerjaannya. Dia tetap harus tersenyum dan fokus ketika menghadapi pasien.
’’Stres ini urusan saya, bukan orang lain. Jadi ya harus dipendam sendiri, nggak boleh dilemparkan ke orang lain,” tutur Irwan.
Cara paling ampuh untuk mengobati stresnya, dengan bertemu anak dan istrinya. Melihat tawa dan senyum mereka, Irwan merasa beban yang ditanggung saat bekerja langsung lenyap.
Dengan kesibukannya sebagai dokter, waktu istirahat yang dimiliki pun hanya 3–4 jam. Tetapi, rupanya hal itu tidak mengganggu performanya ketika menangani operasi. Dia tetap bisa fokus dan melakukan operasi dengan baik. ’’Ya nggak mungkin ngantuk. Kan ngelihat darah. Itu jadi adrenalin untuk fokus,’’ ujar dokter yang mengambil spesialis di Universitas Airlangga tersebut.
Keterbatasan waktu istirahatnya tersebut rupanya tidak mengganggu kedekatan dengan tiga putranya. Meski baru tidur jam berapa pun, Irwan selalu menyempatkan bertemu dengan anak-anaknya sebelum berangkat lagi ke rumah sakit. ’’Itu adalah waktu yang paling efektif buat quality time saya dan keluarga. Soalnya, kalau saya pulang kerja, anak-anak kan sudah tidur,” jelasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
