
TERAWAT: Dhurung yang ada di desa Pudakit Timur, Sangkapura, Bawean diwariskan dari generasi ke generasi keluarga Tofel. Dari empat durung yang dimiliki Tofel, hanya tiga yang bertahan.
Dhurung yang bagus terbuat dari kayu ulin. Kayu dari Kalimantan itu bisa awet meski tidak dirawat secara khusus. Salah satu dhurung milik Tofel dibuat dari kayu ulin. Itulah dhurung pertama keluarganya.
Tempat tersebut dulu sering dipakai untuk mengaji orang tua hingga buyutnya. Hingga kini, tempat itu masih sering digunakan untuk syukuran. Di beberapa desa, dhurung juga dipakai untuk menggelar pernikahan. ”Jadi, fungsinya banyak sekali. Makanya, saya pertahankan terus,” ujar pria kelahiran Februari 1969 tersebut.
Setiap pelanggan salon Tofel yang mengantre biasanya menunggu di dhurung. Terkadang mereka sampai ketiduran karena saking sejuknya tempat itu. Agar pelanggan yang mengantre semakin kerasan, Tofel menyediakan bantal.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
