Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Agustus 2017 | 03.53 WIB

Dhurung, Lumbung Multifungsi Khas Bawean, untuk Simpan Padi dan Ngaji

TERAWAT: Dhurung yang ada di desa Pudakit Timur, Sangkapura, Bawean diwariskan dari generasi ke generasi keluarga Tofel. Dari empat durung yang dimiliki Tofel, hanya tiga yang bertahan. - Image

TERAWAT: Dhurung yang ada di desa Pudakit Timur, Sangkapura, Bawean diwariskan dari generasi ke generasi keluarga Tofel. Dari empat durung yang dimiliki Tofel, hanya tiga yang bertahan.


Dhurung yang bagus terbuat dari kayu ulin. Kayu dari Kalimantan itu bisa awet meski tidak dirawat secara khusus. Salah satu dhurung milik Tofel dibuat dari kayu ulin. Itulah dhurung pertama keluarganya.


Tempat tersebut dulu sering dipakai untuk mengaji orang tua hingga buyutnya. Hingga kini, tempat itu masih sering digunakan untuk syukuran. Di beberapa desa, dhurung juga dipakai untuk menggelar pernikahan. ”Jadi, fungsinya banyak sekali. Makanya, saya pertahankan terus,” ujar pria kelahiran Februari 1969 tersebut.


Setiap pelanggan salon Tofel yang mengantre biasanya menunggu di dhurung. Terkadang mereka sampai ketiduran karena saking sejuknya tempat itu. Agar pelanggan yang mengantre semakin kerasan, Tofel menyediakan bantal.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore