
AKP Ayip Rizal
Usai meninggalkan hingar bingar dunia voli nasional, Ayip Rizal kini menjadi polisi. Karirnya di kepolisian juga sementereng kiprahnya sebagai pemain voli. Delapan bulan bertugas di Surabaya, sosok Kanit Turjawali Satlantas Polrestabes Surabaya ini gampang dihafal pengguna jalan.
DIDA TENOLA- SURABAYA
Pecinta bola voli, tentu tidak asing dengan nama Ayip Rizal. Pria kelahiran Banjarmasin ini merupakan salah seorang legenda. Namanya melambung bersama Surabaya Samator lantas bergabung dengan Timnas bola voli.
Selepas pensiun sebagai atlit profesional, Ayip tetap mengabdi untuk negara. Bedanya, kini dia harus bergelut dengan debu jalanan. Berdinas di Kota Pahlawan, membuatnya tahan banting dan semakin teruji. Bisa dibilang di mana ada kemacetan, Ayip selalu ada di sana untuk mengurainya.
Tiga balok emas menghias seragam cokelatnya. Terkadang, dia juga memakai rompi hijau saat bertugas di jalan. Sebagai polisi, AKP Ayip Rizal, merupakan salah seorang sosok yang disegani di kesatuannya. Di Satlantas, dia membawahi dua tim, yakni Tim Speed Hofdbureau dan Tim Murai.
Tugasnya kini bertambah setelah Satlantas Polrestabes Surabaya membentuk Tim Hofdebureau Cegah Laka (HCL). Tim tersebut mengemban tugas untuk menekan angka kecelakaan di Jalan Ahmad Yani, yang menempati ranking teratas jalur tengkorak di Surabaya.
Seperti yang terlihat hari Jumat pagi (15/7), Ayip nampak sibuk mengatur kendaraan yang berjalan merambat. Tangan kirinya memegang handietalkie. Beberapa kali dia berkomunikasi dengan regunya di lapangan.
Selepas mengatur lalu lintas di Jalan Ahmad Yani, Ayip banyak bercerita dengan JawaPos.com. Dia enjoy dengan tugasnya. Banyak hal yang berbeda 180 derajat saat dirinya merajai arena voli. "Jadi polisi ini lebih buka mindset. Di voli, jadwal teratur jelas. Tapi polisi, satu menit saja bisa berubah (keadaan lalu lintas)," tutur mantan Kapten Timnas voli tersebut.
Tugas sebagai polisi memang berat. Namun ayah dua orang anak ini berusaha menikmatinya. Apalagi kalau sudah terjun ke lapangan. Ada saja cerita yang berkesan di ingatannya.
Salah satunya adalah kebiasaan pengendara untuk mengajak foto bareng. "Banyak yang kenal saya minta foto. Ya dilayani, tapi disuruh minggir dulu lah biar nggak macet. Masak mau foto di tengah jalan," kelakarnya.
Perawakan Ayip di tengah ramainya jalan tentu saja mudah dikenali. Dengan tinggi 193 cm, tubuh menjulangnya otomatis menarik perhatian pengendara. Setelah, diamati, pengendara baru ngeh bahwa itu Ayip.
Anak keempat dari lima bersaudara itu menuturkan, sosoknya yang sudah terkenal jadi salah satu keunggulan untuk citra polisi di mata masyarakat. Kalau sudah disapa, minimal senyum Ayip akan mengembang. Bahkan tidak sedikit yang menanyakan kabarnya apabila bertemu pas lampu merah.
Bahkan saking semangatnya bertemu Ayip , ada pengendara yang sampai tidak memperhatikan jalan. "Yip. . Ayip. .terus brakkk, motornya notol. Untung nggak papa. Ya saya ingatkan biar tetap fokus di jalan, pandangan tetap di depan, lalu tetap awasi kondisi sekitar," cerita pria yang juga pernah membawa Timnas voli meraih medali emas Sea Games 2009 itu.
Hal seperti itulah yang jadi salah satu gambaran pengendara di Surabaya. "Di sini luar biasa. Harus esktra sabar. Dipisuhi sudah biasa, harus legowo," lanjutnya.
Banyak dikenal, tak lantas membuat Ayip terbang. Dia tetap membumi. Dia tidak segan menularkan kepiawaiannya men-smash bola voli kepada teman-temannya di kepolisian.
Ayip mau menularkan ilmunya. Bahkan, baru-baru ini dia bisa menggondol trofi Kapolrestabes Cup. Kompetisi internal yang diikuti 13 tim. Ayip didaulat sebagai kapten tim sekaligus melatih teman-temannya. "Anak-anak (teman-teman polisi Ayip) itu jago-jago loh. Basicnya ada, jadi gampang ngelatihnya," sebut pria kelahiran 15 September 1985 itu. (*/did/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
