Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Juli 2017 | 00.00 WIB

Naik Mobil Juga Bikin Mabuk

SENGGANG: Armand van Kempen ( tengah) bersama rombongan bersantai setelah menembak ikan di Situbondo. - Image

SENGGANG: Armand van Kempen ( tengah) bersama rombongan bersantai setelah menembak ikan di Situbondo.



Tim yang melalui jalur laut terdiri atas tiga grup. Yang berangkat menggunakan jet ski paling besar yang dimiliki Armand adalah Alex Wiguna dan Piet van Kempen.



Jet ski dengan tipe VX DELUXE paling baru ditunggangi Alfonso Reno dan Charista Ahmad Zikri. Sementara itu, tipe jet ski yang sama yang dikendarai Reno, ditunggangi Gregorius Agung dan Nikolas Frederick Rama Putra van Kempen.



Saat itu Armand memang memilih tidak melaju melalui jalur laut seperti biasanya. Dia lebih memilih menikmati perjalanan dengan menggunakan mobil bersama anak sulungnya, Anastasia Kirana.



Keduanya ditemani Tabita Margaretha Mukti, Gandis Rahastri Puspa Hariawan, Aghata Pradita, dan saya.



Saat itu jet ski dengan 200 tenaga kuda yang biasa ditunggangi Armand mulai mengeluarkan gejala tidak sehatnya. Hal tersebut ditandai dengan sulitnya menghidupkan mesin jet ski tersebut. Beberapa kali cara telah dicoba semua kru. Namun, tidak ada reaksi yang dikeluarkan. ’’Sepertinya ini harus ganti aki deh,’’ ucap Reno.



Mereka pun segera mengontak tim jalur darat yang berangkat lebih dulu menuju ke teluk. Ya, untuk mencapai ke gili, pengunjung memang harus menuju ke sebuah teluk yang berada tepat di arah gili yang hendak dikunjungi.



Di situ para pengunjung baru diantar dengan menggunakan fast boat. Untuk sekali antar, fast boat tersebut bisa mengangkut 15–20 penumpang. Ongkosnya Rp 350 ribu.



Mesin jet ski yang rusak sudah diperbaiki dalam sekejap. Armand dan rombongannya hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam untuk melakukan perbaikan. Kami pun bersama-sama berangkat menuju ke tujuan dengan jalur berbeda. Saya dan Armand mengikuti jalur darat. Reno dan rombongan mengikuti jalur laut.



Sesampai di Tanjung Baloang, kami pun segera bersiap naik fast boat. Namun, bukan Armand namanya jika tidak memiliki kejutan untuk saya dan rombongan lainnya. ’’Kita menuju ke Gili Trawangan menggunakan jet ski ya,’’ ungkapnya dengan santai sembari berjalan menuju ke pantai. Meninggalkan sisa rombongan dengan wajah yang terheran-heran terhadap pernyataan yang Armand lontarkan.



Hasilnya, persiapan pun langsung diubah. Seketika itu mereka bergegas mengenakan life jacket. ’’Naiknya tiga-tiga ya,’’ jelas pria kelahiran 1973 tersebut dengan santai ketika melihat saya dan rombongan sibuk memakai pelampung di dada.



Saya mendapat bagian untuk diboncengkan jet ski tipe FX SVHO yang biasa ditunggangi Armand. Jet ski tersebut dijoki Alex Wiguna yang baru bergabung dengan rombongan ketika di Lombok.



Nasib saya sama seperti di awal perjalanan. Saat itu kali pertama Alex mengendarai jet ski.



Saya mendapat jatah untuk menaiki jet ski tersebut berbarengan dengan Gandis. Perempuan yang ternyata tidak mahir berenang tersebut malah lebih mahir mengatasi ketakutan ketimbang saya.



Ketika jet ski terlepas dari daratan, pegangan pun segera saya eratkan. Saya yang berada di bagian belakang jet ski merasa sangat ketakutan. Ombak yang menerjang kami memang tidak terlalu tinggi. Namun, ombak itu bertubi-tubi menabrak jet ski yang kami kendarai.



Saya tidak percaya bahwa Gandis sanggup menopang berat badan saya. Akhirnya, saya pun memilih memegang dua pinggang Alex dengan erat. Ketakutan tersebut sampai melupakan bahwa di tengah Alex dan saya ada Gandis yang terimpit.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore