Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Juli 2017 | 22.12 WIB

Kisah Insinyur Difabel yang Tularkan Semangat Peternakan Puyuh Secara Gratis

Ir Iriyanto MSc (53) sedang mengambil telur puyuh di peternakan Binalakami miliknya di Jalan Garuda Sakti - Jalan Sepakat, Panam, Pekanbaru. - Image

Ir Iriyanto MSc (53) sedang mengambil telur puyuh di peternakan Binalakami miliknya di Jalan Garuda Sakti - Jalan Sepakat, Panam, Pekanbaru.


Padahal bisnis utama Alumni Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Lancang Kuning ini adalah telur burung puyuh. Badai berakhir, dirinya kembali membangun bisnis di lokasi yang sama, namun dengan lahan yang lebih kecil.


"Ternak puyuh itu mudah dan tidak perlu lahan yang luas. Di sini akan diajarkan, 20 hari bisa beternak sendiri dengan modal dan lahan minim. Di sini ada 6.000 ekor dengan produksi 3000 butir telur perhari. Itu saja saya masih kewalahan memenuhi permintaan pasar," kata ayah dua anak ini.


Harga telur burung puyuh memang tidak seberapa. Anto saat ini melepasnya ke pembeli atau konsumen pada harga Rp 27 per butir. Namun menurutnya siklus hidup burung burung puyuh sangat cepat dan juga siklus bertelurnya. (***/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore