
MENGAJI ASYIK : Althayr Arya Hariabi (kanan) dan M. Satrio Permadi menunjuk huruf ba’ dipandu oleh Fatimatul Mufidah (tengah), guru mengajinya. Suasana belajar sangat menyenangkan.
Menanamkan kebajikan pada bocah-bocah harus dilakukan sedini mungkin. Termasuk mengenalkan pada Alquran lewat mengaji. Namanya juga anak-anak, tetap perlu cara yang mengasyikkan untuk bisa memahami dengan cepat dan mudah.
OKKY PUTRI RAHAYU
PULUHAN puzzle warna-warni berserak di meja belajar bulat di ruangan tengah. Tangan mungil Althayr Arya Hariabi juga sudah cukup lama berkutat dengan plastisin. Menggulung-gulungnya hingga berbentuk lonjong panjang.
Eits, Ayr –sapaan akrab Althayr– tidak sedang bermain lho. Dia juga tidak sedang membuat ular-ularan. Rupanya, dia setengah jalan untuk membuat huruf hijaiah ba’ sesuai instruksi guru mengajinya.
Karena sudah punya modal bentuk lonjong panjang, Ayr tinggal membuatnya melengkung. Kini bentuknya sudah menyerupai mangkuk. Nah, misi Ayr untuk membuat huruf Arab itu pun hampir rampung.
Tapi, dia masih harus menambah bentuk bulat kecil di bawah lengkungan. Lalu, yang tak boleh ketinggalan, tanda fathah harus dibubuhkan di atas. Dengan membuat bentuk setrip yang dipasang agak miring. Hore, misi Ayr untuk membuat huruf ba’ akhirnya sukses.
Namun, beberapa huruf lain juga harus dibuat Ayr. Sayang, Ayr sudah tampak bosan. Bocah berusia 4 tahun itu memiliki mood belajar yang masih belum bisa diatur.
Kalau sudah begitu, guru mengajinya, Fatimatul Mufidah, harus mengganti ke jenis pelajaran yang lain. ”Ayr mau apa? Baca doa atau bikin huruf lagi?” ujarnya.
Langsung saja, Ayr menengadahkan dua telapak tangannya. Tanda bersiap untuk berdoa. Sepertinya Ayr memang mau belajar yang lain. ”Iya, doa aja biar pinter,” kata Ayr.
Selain belajar mengenal huruf Arab, Ayr belajar menghafal surat pendek. Meskipun hanya mendengarkan sambil menirukan yang dibaca Fidah –sapaan Fatimatul Mufidah – Ayr biasanya nyantol dengan materi tersebut.
Apalagi dengan embel-embel dibacakan cerita dinosaurus ketika selesai dengan aktivitas mengajinya itu. Jelas saja, Ayr bersemangat.
Ayr adalah satu di antara 21 siswa didik di Mufidah Institute. Sebuah sanggar mengaji untuk rentang siswa usia 2–6 tahun. Karena yang dihadapi adalah anak usia pertumbuhan yang sedang aktif-aktifnya, Mufidah Institute tidak menganut pengajaran monoton.
Penggunaan media kreatif memang diakui Fidah, guru mengaji sekaligus pendiri Mufidah Institute, bisa membuat anak bersedia anteng sejenak untuk belajar.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
