
PENELITI KELAMIN BURUNG: Gunawan (kiri) peternak Cucak Rowo dan Eduardus Bimo Aksono saat melihat kondisi kandang dan pakan burung.
Penelitian Bimo dimulai pada 2012. Yang dipakainya adalah metode pengambilan sampel DNA. Mulanya, untuk mengambil sampel, Bimo menggunakan darah.
Namun, metode itu dia tanggalkan setelah melakukan beberapa kali uji. Pengambilan darah dinilai terlalu berisiko. ”Burung mudah stres,” jelas dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) tersebut.
Bimo pun memilih sampel lain. Kali ini, pilihan jatuh pada calamus (bulu burung). Bagian itu menyimpan sel-sel berinti yang mampu memberikan informasi mengenai jenis kelamin.
Untuk pengujiannya, pria kelahiran 20 September 1966 tersebut menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR). Sebuah teknik untuk memperbanyak (replikasi) DNA secara enzimatik tanpa menggunakan organisme.
Bulu burung dipotong kecil-kecil. Setelah halus, bulu dilarutkan dengan enzim. Kemudian, hasilnya diesktraksi (disarikan) dan diperbanyak. Dari bulu tersebut, peneliti bisa melihat kromosom. Heterozigot atau Z dan W berarti betina. Namun, jika hanya sejenis atau ZZ, berarti jantan.
Hasil penelitian uji jenis kelamin menggunakan bulu burung tersebut mulai dipraktikkan Bimo pada 2014. Beberapa peternak cucakrawa kenalannya segera dia datangi. Namun, tidak semua langsung merespons.
Banyak peternak yang sudah kadung percaya diri dengan pengalamannya sehingga meragukan penelitian Bimo. Peternak masih kukuh dengan cara lama. Untuk melihat jenis kelamin cucakrawa, hanya perlu pengamatan. Misalnya, yang kepalanya lebih besar adalah jantan. Yang buntutnya lebih pendek adalah betina. ’’Setelah kami teliti, ternyata 70 persen dugaan peternak itu salah,’’ kata Bimo.
Keraguan para petenak tersebut lantas dia buktikan. Kebetulan, ada satu petenak yang mau menjajal penelitiannya tersebut. Setelah dicoba dengan dua–tiga pasang cucakrawa, metode Bimo ternyata sukses. Dalam beberapa minggu perjodohan, pasangan burung tersebut berhasil bertelur. Dua minggu kemudian, telur menetas.
Keberhasilan menggunakan metode uji bulu burung itu perlahan terdengar peternak lain. Pesanan uji kelamin pun membanjiri ponsel Bimo. ”Mereka ramai-ramai menanyakan,” jelasnya.
Untuk menguji jenis kelamin, biasanya Bimo hanya membutuhkan satu bulu burung. Namun, Bimo biasanya menginginkan bulu segar agar sel-sel berinti masih bisa ditemukan.
Bukan hanya burung berjenis monomorfik, penelitia Bimo juga bisa diuji pada aves berjenis polimorfik. Jenis burung yang sejatinya mudah dibedakan dari bentuk stuktur anatomi dan morfologinya. ”Polanya sama. Namun, biasanya metode ini digunakan peternak anakan burung,” jelas peneliti Tropical Disease Diagnostic Center (TDDC) itu.
Kini, metode pendeteksi jenis kelamin burung milik Bimo tersebut sudah tersebar luas. Pemesan uji kelamin tidak hanya datang dari wilayah Surabaya dan Jatim. Konsumennya meluas hingga provinsi lain. Mulai Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, hingga Kalimantan Selatan.
Berkat temuannya itu, saat ini banyak peternak yang sudah berhasil menjalankan bisnis cucakrawa. Mereka tidak mengalami kesulitan lagi mengembangbiakkan burung. Harga pun terkatrol karena jenis kelamin burung jelas.
Sebelum mengetahui jenis kelamin, peternak hanya berani menjual Rp 7 juta–Rp 10 juta. Kini, mereka sudah berani memasang harga Rp 10 juta–Rp 15 juta per pasang.
Setelah sukses menemukan metode pendeteksi kelamin burung, saat ini Bimo disibukkan dengan rancangan penelitian terbarunya. Tidak jauh dari penelitian sebelumnya, Bimo berencana membuat formula khusus untuk mempercantik suara cucakrawa. Caranya dengan membuat formulasi pakan bergizi yang dapat membantu cucakrawa mengoceh lantang. ”Ini sedang saya siapkan,” jelasnya. (*/c7/dos)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
