
LEGENDARIS: Amang Genggong saat tampil di sebuah kafe, Jalan Nyai Ageng Arem-Arem, Gresik, Rabu (22/1).
Gresik punya seniman istimewa nan unik. Namanya Abdul Rachman Chadry alias Amang. Dia mampu memainkan tiga alat musik sekaligus, bahkan sambil main silat.
CHUSNUL CAHYADI
DENGAN mengenakan peci dan baju batik, Amang muncul ke tengah pengunjung sebuah kafe di Jalan Nyai Ageng Arem-Arem, Gresik. Sejumlah pemuda yang sedang asyik ngopi menyapanya. ’’Ayo Pak Amang,’’ teriak mereka.
Lelaki kelahiran Gresik 21 Juli 1940 itu menyambutnya dengan senyum. ’’Sik Rek, tak ambegan disik (ambil napas dulu, Red),’’ kata lelaki yang memilih tetap melajang tersebut. Setelah peralatan siap dan napas teratur, lelaki yang tinggal di Jalan Nyai Ageng Arem-Arem, Kelurahan Pekelingan, itu memainkan harmonika. Lagu pembukanya berjudul Never on Sunday.
Suasana kafe hening. Mereka seakan terhipnotis lagu lawas tersebut. Tangan kanan dan kiri Amang menggesekkan genggongnya ke kiri dan kanan. Tepuk tangan dan siulan terdengar begitu lagu populer The Chordettes itu selesai.
Amang lalu duduk. Menyeruput es kopi. Tangan kanannya memukulkan genggong ke pahanya agar bersih. Puluhan lagu bisa dimainkan Amang Genggong. Baik lagu bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, maupun lagu daerah.
Lagu daerah, antara lain, Ampar-Ampar Pisang, Rujak Uleg, dan Angin Mamiri. Kemudian, lagu bahasa Inggris adalah Never on Sunday dan Mother How are You Today, Saphiro, dan beberapa lagu lain. Amang belajar harmonika sejak remaja. Tepatnya pada Januari 1954 ketika masih berusia 14 tahun. ’’Setahun kemudian (Desember 1955, Red), saya baru menguasai satu lagu,’’ terang Amang (12/2). Dia lantas tertawa.
Pada Desember 1955, dia baru bisa satu suara hingga akhirnya menguasai lima suara. Amang juga memiliki enam murid. ’’Hanya satu yang menguasai tiga suara. Yang lain malah meninggal,’’ ujarnya. Kali ini wajahnya tampak sedih.
Amang mulai dikenal saat menjuarai festival genggong di salah satu radio di Surabaya pada 1987. Hadiahnya berupa radio. Sepuluh tahun kemudian, dia kembali menjadi juara. ’’Hadiahnya Rp 100 ribu. Saya gunakan untuk sangu haji,’’ jelasnya.
Puluhan tahun menjadi seniman genggong, Amang telah tampil di berbagai pentas Indonesia. Baik Jakarta, Bali, Jogjakarta, Malang, maupun berbagai daerah lain. Sehari-hari Amang menjadi guru les bahasa Inggris di Iqbal English Study Club selama 43 tahun. Padahal, pendidikan formalnya hanya sampai SMEA atau kini SMK. Itu pun tidak tamat. Semangatnya menimba ilmu begitu menggebu. Pada 1958–1959, dia belajar bahasa Inggris dengan bimbingan Buth Peters, ekspatriat asal Amerika Serikat.
Pada Juli 2017 ini, Amang genap berusia 77 tahun. Daya ingatnya tidak diragukan lagi. Dia masih ingat murid-murid dan mantan muridnya di Iqbal. Di antaranya, Prof Dr Sabilal Alif SpU, mantan komisaris di PT Semen Indonesia Dr Ir Ahmad Yazidi, Sekretaris Perusahaan PT PG Wahyudi.
Amang kini mengandalkan tabungan dan hasil pentas. Dia terkejut ketika tahu kepiawaiannya memainkan tiga suara dalam harmonika masuk dalam lima pemain genggong fenomenal di dunia. Yang memasukkan adalah sebuah blog di internet. Nama Amang disejajarkan dengan Hermine Deurloo, Jason Ricci, Toots Thielemans, dan Jean-Jacques Milteau.
Mengapa Amang disejajarkan dengan mereka? Dia dinilai unik. Sebab, Amang bisa memainkan tiga alat musik sekaligus pada waktu bersamaan. Yakni, harmonika dijepit dengan mulut, kemudian ditiup dan nadanya dimainkan menggunakan lidah. Lantas, dua tangannya memainkan dua alat musik berbeda, yaitu ketipung dan ecek-ecek.
Sesekali dia juga bermain harmonika sambil pencak silat. ’’Tapi, sekarang wis nggak bisa seperti dulu. Setiap selesai satu lagu harus berhenti. Lalu, main lagi,’’ ungkap Amang. (*/c14/roz/sep/JPG)

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
