Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Februari 2017 | 23.38 WIB

Mahmud Yunus, Guru SMP Kolektor Ratusan Lukisan

PENCINTA SENI: Mahmud Yunus berpose di depan sejumlah lukisan koleksinya yang menjadi penghias rumahnya di kawasan Pondok Mutiara - Image

PENCINTA SENI: Mahmud Yunus berpose di depan sejumlah lukisan koleksinya yang menjadi penghias rumahnya di kawasan Pondok Mutiara


Lukisan Cak Kandar menggambarkan empat burung yang beterbangan di ranting. Sang pelukis tidak menggunakan tinta maupun perwarnaan dalam melukisnya. Sang pelukis lebih memadukan dan menyusun warna-warna bulu hingga membentuk gambaran burung itu sendiri. Ada beragam warna bulu yang digunakan. ’’Jadi, lukisan ini tidak dilukis, tetapi disusun dari warna-warna bulu burung yang ada. Asyik bukan?’’ ungkapnya.


Willy menyebut dua digit ketika ditanya harga lukisan itu. Sebab, selain tua, lukisan itu didapat dengan susah payah. Lukisan tersebut sejatinya dipersembahkan sang pelukis bagi Warsitao Rasman, gubernur Kalteng saat itu. Namun, keluarga sang gubernur melelangnya saat tutup usia beberapa tahun silam. Dari pelelangan itulah Willy berhasil membelinya. ’’Susah sekali dapatkan lukisan ini,’’ tuturnya.


Hingga kini, ada lebih dari 300 koleksi lukisan yang dimiliki. Lukisan-lukisan tersebut terdiri atas beragam aliran dan dilukis sejumlah perupa tanah air. Medianya pun beragam. Mulai lukisan yang digores dengan cat minyak, akrilik, hingga bulu hewan.


Selain penikmat, sejak 2004 Willy mengakomodasi para pelukis untuk mengadakan pameran di sejumlah daerah. Mulai di Graha Pena, Balai Pemuda, House of Sampoerna, Gedung Bank Indonesia Surabaya dan Bank Indonesia Jakarta, hingga sejumlah kota di tanah air.


Pada sekitar 2000–2004 Willy mendirikan kampung seni di Pondok Mutiara bersama beberapa seniman lainnya. Mulai seniman tarik suara, pelukis, hingga pemahat.


Sejak saat itu dia mendedikasikan halaman rumahnya bersama perupa lainnya untuk membantu mengenalkan karya-karya seni warga Sidoarjo. Untuk memperingati hari jadi Sidoarjo, misalnya. Sabtu (11/2) malam dia dan Amdo Brada, seorang pelukis sekaligus tetangga sebelahnya, menyisihkan sebagian rumahnya untuk tempat berkunjung bagi warga. Festival seni tengah dihelat di kampung itu hingga 25 Februari mendatang.



Sebagian rumahnya dijadikan tempat untuk memajang lukisan seniman-seniman asal Jawa Timur. Di antaranya, karya Moses Rusdi dan Bagas Karuniaputra. ’’Yang jelas, saya ingin melihat, membeli, menikmati, dan memperkenalkan seni buatan anak bangsa,’’ papar pria yang juga seorang guru itu. (*/c15/hud/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore