
PENCINTA SENI: Mahmud Yunus berpose di depan sejumlah lukisan koleksinya yang menjadi penghias rumahnya di kawasan Pondok Mutiara
Lukisan Cak Kandar menggambarkan empat burung yang beterbangan di ranting. Sang pelukis tidak menggunakan tinta maupun perwarnaan dalam melukisnya. Sang pelukis lebih memadukan dan menyusun warna-warna bulu hingga membentuk gambaran burung itu sendiri. Ada beragam warna bulu yang digunakan. ’’Jadi, lukisan ini tidak dilukis, tetapi disusun dari warna-warna bulu burung yang ada. Asyik bukan?’’ ungkapnya.
Willy menyebut dua digit ketika ditanya harga lukisan itu. Sebab, selain tua, lukisan itu didapat dengan susah payah. Lukisan tersebut sejatinya dipersembahkan sang pelukis bagi Warsitao Rasman, gubernur Kalteng saat itu. Namun, keluarga sang gubernur melelangnya saat tutup usia beberapa tahun silam. Dari pelelangan itulah Willy berhasil membelinya. ’’Susah sekali dapatkan lukisan ini,’’ tuturnya.
Hingga kini, ada lebih dari 300 koleksi lukisan yang dimiliki. Lukisan-lukisan tersebut terdiri atas beragam aliran dan dilukis sejumlah perupa tanah air. Medianya pun beragam. Mulai lukisan yang digores dengan cat minyak, akrilik, hingga bulu hewan.
Selain penikmat, sejak 2004 Willy mengakomodasi para pelukis untuk mengadakan pameran di sejumlah daerah. Mulai di Graha Pena, Balai Pemuda, House of Sampoerna, Gedung Bank Indonesia Surabaya dan Bank Indonesia Jakarta, hingga sejumlah kota di tanah air.
Pada sekitar 2000–2004 Willy mendirikan kampung seni di Pondok Mutiara bersama beberapa seniman lainnya. Mulai seniman tarik suara, pelukis, hingga pemahat.
Sejak saat itu dia mendedikasikan halaman rumahnya bersama perupa lainnya untuk membantu mengenalkan karya-karya seni warga Sidoarjo. Untuk memperingati hari jadi Sidoarjo, misalnya. Sabtu (11/2) malam dia dan Amdo Brada, seorang pelukis sekaligus tetangga sebelahnya, menyisihkan sebagian rumahnya untuk tempat berkunjung bagi warga. Festival seni tengah dihelat di kampung itu hingga 25 Februari mendatang.
Sebagian rumahnya dijadikan tempat untuk memajang lukisan seniman-seniman asal Jawa Timur. Di antaranya, karya Moses Rusdi dan Bagas Karuniaputra. ’’Yang jelas, saya ingin melihat, membeli, menikmati, dan memperkenalkan seni buatan anak bangsa,’’ papar pria yang juga seorang guru itu. (*/c15/hud/sep/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
